Permintaan Gas Alam Dunia Diprediksi Naik, Ini Alasannya

Konsumsi gas alam China tumbuh 18 persen pada 2018, tetapi diperkirakan akan melambat ke tingkat tahunan rata-rata 8 persen hingga 2024 sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 09 Juni 2019  |  19:59 WIB
Permintaan Gas Alam Dunia Diprediksi Naik, Ini Alasannya
Kapal kargo Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair kelima bersandar di Terminal Penerimaan, Hub, dan Regasifikasi LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (25/6). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – Permintaan gas alam dunia diperkirakan naik 4,6 persen pada 2018, laju tahunan tercepat sejak 2010. International Energy Agency dalam laporannya yang bertajuk Gas 2019, mencatat bahwa gas menyumbang hampir setengah peningkatan konsumsi energi primer di seluruh dunia.

Permintaan diperkirakan akan meningkat lebih dari 10 persen selama 5 tahun ke depan, yaitu mencapai lebih dari 4,3 triliun meter kubik (tcm) pada 2024.

Gas alam membantu mengurangi polusi udara dan membatasi kenaikan emisi CO2 terkait energi dengan mengganti batu bara dan minyak dalam pembangkit listrik, pemanasan dan penggunaan industri,” kata Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA seperti dikutip dari laman resmi IEA, Minggu (9/6/2019).

Dia menambahkan, gas alam bisa berkontribusi pada sistem energi global yang lebih bersih. Tetapi, energi ini menghadapi tantangannya sendiri, termasuk harga yang tetap kompetitif di pasar negara berkembang dan mengurangi emisi metana di sepanjang rantai pasokan gas alam.

Sementara itu, China diperkirakan akan menyumbang lebih dari 40 persen dari pertumbuhan permintaan gas global hingga 2024. Hal ini didorong oleh tujuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas udara dengan beralih dari batubara.

Konsumsi gas alam China tumbuh 18 persen pada 2018, tetapi diperkirakan akan melambat ke tingkat tahunan rata-rata 8 persen hingga 2024 sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.

IEA juga melihat pertumbuhan kuat dalam konsumsi gas di negara-negara Asia lainnya, khususnya di Asia Selatan. Di Bangladesh, India, dan Pakistan, sektor industri merupakan kontributor utama pertumbuhan, terutama pupuk untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus bertambah.

Penggunaan industri gas alam, baik sebagai bahan bakar dan bahan baku, diperkirakan berkembang pada tingkat tahunan rata-rata 3 persen dan menyumbang hampir setengah dari kenaikan konsumsi global hingga 2024.

Pembangkit listrik tetap menjadi konsumen terbesar gas alam, meskipun pertumbuhan lebih lambat karena persaingan yang kuat dari energi terbarukan dan batu bara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas alam

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top