Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komoditas Pertanian Berjangka Kompak Menguat, Gandum Juaranya

Di tengah ketidakpastian global,indeks pertanian berjangka serentak mencatatkan penguatan dan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh gandum.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 06 Juni 2019  |  22:40 WIB
Ladang gandum -
Ladang gandum -

Bisnis.com, JAKARTA -- Di tengah ketidakpastian global, indeks pertanian berjangka serentak mencatatkan penguatan dan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh gandum.

Adapun, harga gandum berjangka untuk kontrak Juli 2019 naik 3,16% atau setara dengan 15,5 poin menuju level US$506,25 per bushel. Kenaikan kedua tertinggi dicatatkan oleh komoditas jangung berjangka.

Dalam catatan Bisnis, Rabobank International memprediksikan gandum sebagai tanaman yang harganya paling bearish pada tahun depan. Diprediksi harga gandum akan mencapai puncaknya pada kuartal I/2019. Adapun, sejumlah hedge fund memperkirakan harga gandum akan mengalami penurunan mulai pertengahan September tahun depan.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (6/6/2019), harga jagung berjangka pada perdagangan hari ini naik 1,02% atau setara 4,25 poin menuju level US$419 per bushel pada kontrak Juli 2019.

Kenaikan ketiga terjadi pada komoditas kakao untuk kontrak Juli 2019. Kenaikan itu hingga 0,79% atau setara 19 poin menuju level US$2.420 per metrik ton.

Sebagai informasi, pembelian biji kakao Indonesia dari luar negeri telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam periode 5 tahun. Pada 2018, produsen terbesar biji kakao di Asia tersebut telah mengimpor sekitar 240.000 metrik ton biji kakao, menjadi rekor terbaru.

Bahkan, tahun ini impor biji kakao Indonesia diprediksi terus melanjutkan peningkatan.

Indonesia pun berencana untuk meningkatkan prouduksi biji kakao menjadi 600.000 ton pada 2024 untuk memenuhi permintaan lokal dan ekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gandum pertanian
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top