Batu Bara Newcastle Menguat Lebih dari 1 Persen

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Juni 2019 ditutup menguat 1,11 persen atau 0,90 poin ke level US$81,95 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  08:35 WIB
Batu Bara Newcastle Menguat Lebih dari 1 Persen
Penambangan batu bara. - Bloomberg/George Frey

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di bursa ICE Newcastle melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan kemarin, Rabu (22/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Juni 2019 ditutup menguat 1,11 persen atau 0,90 poin ke level US$81,95 per metrik ton.

Sementara itu, harga batu bara untuk kontrak Juli 2019 juga ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,98 persen atau 0,80 poin ke level US$82,30 per metrik ton.

Adapun harga batu bara di bursa ICE Rotterdam untuk kontrak teraktif Januari 2020 ditutup melemah 0,22 persen atau 0,15 poin ke level US$67,55 per metrik ton.

Berbanding terbalik dengan harga batu bara, harga minyak mentah anjlok di tengah kekhawatiran soal kelebihan pasokan dan berlanjutnya tensi perdagangan Amerika Serikat-China.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli 2019 ditutup anjlok 2,7 persen atau US$1,71 di level US$61,42 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli 2019 merosot 1,7 persen atau US$1,19 dan berakhir di level US$70,99 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium sebesar US$9,57 terhadap WTI.

Departemen Energi AS melaporkan kenaikan jumlah persediaan minyak mentah mingguan ke level tertingginya sejak Juli 2017. Sementara itu, stok bensin juga tumbuh lebih cepat dari perkiraan, produksi minyak dalam negeri meningkat, dan pemanfaatan kilang turun ke level musiman terendah dalam lima tahun.

Harga minyak sebelumnya sudah melemah bersama dengan pasar modal global karena ketegangan perdagangan antara AS dan China tidak juga menunjukkan tanda-tanda mereda.

 “Sulit untuk menjadi bullish,” ujar Rob Thummel, managing director di Tortoise, merujuk pada laporan Departemen Energi. “Selain penurunan impor minyak mentah ke AS, segala hal lain akan menjadi tren yang mengarah pada harga minyak yang lebih rendah.” 

Pergerakan harga batu bara kontrak Juni 2019 di bursa Newcastle
TanggalUS$/MT

22 Mei

81,95

(+1,11 persen)

21 Mei

81,05

(+0,68 persen)

20 Mei

80,50

(-2,01 persen)

17 Mei

82,15

(0 persen)

16 Mei

82,15

(-2,14 persen)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, harga batu bara

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top