JII Menguat 2,07 Persen pada Akhir Sesi I, 29 Saham Naik

JII menguat 2,07 persen atau 12,88 poin ke level 634,52 pada jeda siang dari level penutupan perdagangan sebelumnya, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,12 persen atau 0,75 poin ke level 622,39.
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Mei 2019 13:19 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), menguat lebih dari 2 persen pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Kamis (23/5/2019).

JII menguat 2,07 persen atau 12,88 poin ke level 634,52 pada jeda siang dari level penutupan perdagangan sebelumnya, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,12 persen atau 0,75 poin ke level 622,39.

Adapun pada perdagangan Rabu (22/5), JII berakhir melemah 0,56 persen atau 3,52 poin di posisi 621,64. Sepanjang perdagangan hari ini, JII bergerak di level 622,22-635,79.

Sebanyak 29 saham menguat, dan 1 saham stagnan dari 30 saham syariah yang diperdagangkan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang masing-masing menguat 2,54 persen dan 2,32 persen menjadi penopang utama penguatan JII hari ini.

Sejalan dengan JII, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,51 persen atau 88,95 poin ke level 6.029,58 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,07 persen atau 4,40 poin ke level 5.944,03.

Sepanjang perdagangan sesi I hari ini, IHSG bergerak di level 5.942,17 – 6.036,55. Adapun perdagangan Rabu (22/5), IHSG ditutup melemah 0,2 persen atau 11,74 poin ke level 5.939,64.

Seluruh sembilan sektor menetap di zona hijau, didorong oleh sektor infrastruktur yang menguat 2,44 persen, disusul sektor finansial dengan penguatan 1,87 persen.

Sebanyak 290 saham menguat, 111 saham melemah, dan 232 saham stagnan dari 633 saham yang diperdagangkan.

Saham-saham syariah yang menguat siang ini
SahamPerubahan (persen)

TLKM

+2,54

UNVR

+2,32

UNTR

+4,51

ASII

+1,08

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks Syariah

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top