Optimisme pada Data Ekonomi, Wall Street Reli Tiga Hari Berturut-turut

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Kamis (16/5/2019) karena optimisme data ekonomi yang kuat membuat investor dalam mood beli.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  06:31 WIB
Optimisme pada Data Ekonomi, Wall Street Reli Tiga Hari Berturut-turut
Bursa Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Kamis (16/5/2019) karena optimisme data ekonomi yang kuat membuat investor dalam mood beli.

Ketiga indeks saham utama AS mengurangi penguatan di akhir sesi, berakhir kurang dari 1 persen dan membawa indeks S&P 500 mendekati 2 persen di bawah level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 30 April.

Dow Jones Industrial Average naik 214,66 poin atau 0,84 persen ke level 25.862,68, indeks S&P 500 menguat 25,36 poin atau 0,89 persen ke posisi 2.876,32 dan Nasdaq Composite menguat 75,90 poin atau 0,97 persen ke 7.898,05.

Semua 11 sektor utama dalam S&P 500 diperdagangkan di wilayah positif, dengan sektor bahan baku bahan, keuangan dan konsumen mencatat persentase kenaikan terbesar.

Sementara perang tarif AS-China yang meningkat terus menjadi perhatian bagi para pelaku pasar, kinerja kuartalan emiten dan data yang menunjukkan kuatnya ekonomi membantu meredakan kekhawatiran terkait perdagangan.

Saham Walmart naik 1,4 persen kinerja kuartal pertama perusahaan mengalahkan ekspektasi analis.

Saham Cisco Systems mengalami lonjakan persentase terbesar sejak Februari 2016, dan ditutup menguat naik 6,7 persen setelah merilis laporan keuangan yang lebih baik dari perkiraan.

Di sisi ekonomi, Departemen Perdagangan mencatat jumlah perumahan baru AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada bulan April, karena penurunan suku bunga memberikan dukungan kepada sektor perumahan.

"Jika Anda melihat ekonomi secara keseluruhan, kami berada dalam posisi yang secara fundamental kuat dan ini merupakan penguatannya," kata Matthew Keator, managing partner di Keator Group, seperti dikutip Reuters.

Mengenai negosiasi perdagangan AS-China, Keator yakin yang terburuk mungkin sudah berakhir.

AS menempatkan Huawei Technologies Co pada daftar perusahaan yang dilarang memperoleh komponen dan teknologi dari perusahaan AS tanpa persetujuan sebelumnya.

Saham pemasok Huawei Qorvo Inc, Skyworks Solutions Inc, Qualcomm Inc, Xilinx Inc, dan Micron Technology Inc seluruhnya melemah, sedangkan indeks Philadelphia SE Semiconductor berakhir dengan pelemahan 1,7 persen.

Produsen mobil listrik Tesla Inc turun 1,6 persen setelah agen keselamatan melaporkan bahwa fitur Autopilot terlibat selama kecelakaan fatal di Florida pada bulan Maret lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top