IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidasi, Tetap Waspadai Potensi Trend Bearish Continuation

Indeks pada hari ini, Jumat (17/5/2019), diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan range pergerakan 5.855-5.950.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  05:05 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidasi, Tetap Waspadai Potensi Trend Bearish Continuation
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/2/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Tekanan terhadap pasar modal Indonesia masih terus berlangsung, sebagai dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang dikombinasikan dengan defisit neraca perdagangan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1 persen ke kisaran level 5.800 pada akhir perdagangan Kamis (16/5). Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,42 persen atau 85,15 poin ke level 5.895,74, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 1,42 persen atau 85,15 poin ke level 5.969,86.

IHSG melanjutkan pelemahan di hari keempat, setelah pada pada perdagangan Rabu (15/5), IHSG ditutup melemah 1,49 persen atau 90,32 poin di level 6.980,88. Investor asing banyak melakukan aksi jual (net sell) sebesar RP687 miliar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing melemah 3,30 persen dan 2,52 persen menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG.

“Secara teknikal indeks kemarin ditutup melemah di zona merah dengan membentuk pola candle three black crows disertai dengan adanya volume signifikan,” kata Edo Ardiansyah, Resarch Division PT Erdikha Elit Sekuritas dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, pelemahan IHSG datang dari sentimen domestik dan sentimen eksternal. Perang dagang AS dan China serta defisit neraca dagang yang kian melebar membuat Indeks turun dalam.

Hal itu ditambah lagi dengan rilis data dari Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate 6%.

Sektor industri dasar dan properti paling menekan IHSG dengan pelemahan secara persentase 2,47% dan 2,10%. “Indikator stochastic memasuki level jenuh jual (oversold). Untuk indeks pada hari ini, Jumat (17/5/2019), diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan range pergerakan 5.855-5.950.”

Apabila level resisten mayor 5.995 tertembus tidak menutup kemungkinan akan mengalami teknikal rebound jangka pendek, namun waspada apabila level support 5.855 tertembus tidak menutup kemungkinan bagi indeks bergerak pada trend bearish continuation.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top