Calon Emiten : Hotel Fitra Tawarkan Harga IPO Rp100-Rp105 per Saham

Calon emiten, PT Hotel Fitra International menawarkan harga intial public offering Rp100-105 per saham dengan melepas 220 juta saham.
Novita Sari Simamora | 15 Mei 2019 05:22 WIB
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA -- Calon emiten, PT Hotel Fitra International menawarkan harga intial public offering Rp100-105 per saham dengan melepas 220 juta saham.

Direktur Utama Lotus Andalan Sekuritas Wientoro Prasetyo mengungkapkan, target dana dari IPO senilai dana Rp22 miliar-Rp23,1 miliar. Adapun dana tersebut akan digunakan pembangunan ballroom, menambah landbank dan modal kerja.

"Ini tahun kedua Hotel Fitra beroperasi. PER mencapai 15-20 kali , karena profit belum maksimal. Kami yakin kualitas emiten ini cukup bagus, apalagi dengan adanya pengembangan infrastruktur di Majalengka yang juga didukung oleh Bandara Kertajati," ungkapnya di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Bersamaan dengan aksi IPO ini, Hotel Fitra juga akan memberikan stimulus kepaa investor dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 132 juta waran seri I. Adapun rasio perbandingan saham dan waran yakni 5:3.

Saat ini, okupansi calon emitan yang memiliki Hotel Fitra ini sudah mencapai 62%. Pada tahun ini diproyeksikan, okupansi diproyeksikan menjadi 74% dan pada 2020 bis mencapai 80%.

Direktur Utama PT Hotel Fitra International Tbk. Joni Rizal menuturkan, pendapatan perseroan pada 2018 senilai Rp8 miliar dan diproyeksikan pada 2019 dan 2020 bisa menjadi Rp17 miliar dan Rp24 miliar.

Pada 2018, Hotel Fitra masih mengantongi kerugian dan pada tahun ini masih berpotensi rugi karena ada biaya IPO. Namun, pada 2020 laba diproyeksikan bisa menjadi Rp3 miliar. 

Namun bila dilihat dari sisi EBITDA pada 2019 sudah mencapai Rp8,6 miliar dan 2020 bisa mencapai Rp11,6 miliar. Dia memasang target untuk memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Mei 2019 dan melantai pada 31 Mei 2019.

Direktur Keuangan Hotel Fitra International Sukino mengungkapkan, posisi pendapatan terbesar pada tahun lalu berasal dari sewa kamar sebesar 73,67%, sisanya dari sewa ruangan rapat senilai 17,52%, restoran 7,71% dan sisanya dari laundry.

Strategi yang dilakukan perseroan untuk meningkatkan pendapatan yakni menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan swasta, pemerintah, airlines ternama, travel agent dan beberapa komunitas untuk meningkatkan okupansi. 

Direktur Operasiona Hotel Fitra International Tomi Tris menambahkan, prospek bisnis di Majalengka semakin positif, mengingat adanya rencana direct fligt wisata religi umroh dan haji dari Bandara Kertajati menuju Jeddah. Menurutnya, kondisi tersebut akan memberikan dampak positif bagi perseroan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, ipo, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup