Minyak Terseret Pembalasan Tarif Dagang China, Harga Batu Bara Tambah Lesu

Harga batu bara di bursa ICE Newcastle melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan Senin (13/5/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  08:11 WIB
Minyak Terseret Pembalasan Tarif Dagang China, Harga Batu Bara Tambah Lesu
Warga memancing ikan di sekitar kapal tongkang pengangkut batu bara di perairan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di bursa ICE Newcastle melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan Senin (13/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Juni 2019 ditutup melorot 1,56 persen atau 1,35 poin di level US$85,35 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (10/5/2019), harga batu bara kontrak Juni di bursa ICE Newcastle berakhir turun 0,57 persen atau 0,50 poin di posisi 86,70.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Januari 2020 pun berakhir di zona merah dengan melemah 1,64 persen atau 1,15 poin di level 69 pada perdagangan Senin (13/5).

Sebaliknya, harga batu bara thermal untuk pengiriman September 2019 di  Zhengzhou Commodity Exchange, mampu menguat 0,53 persen atau 3,2 poin dan ditutup di level 605 yuan per metrik ton pada perdagangan Senin.

“Produksi tambang di Yulin Shaanxi masih tertahan di tengah inspeksi keamanan dan kuota produksi, sehingga menghasilkan pasokan batu bara berkalori tinggi yang lebih ketat,” jelas Shanghai Cifco Futures dalam risetnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) melemah pada hari ketiga berturut-turut seiring dengan meningkatnya tensi perdagangan antara AS dan China yang mendorong meredupnya prospek permintaan.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni ditutup melemah 0,62 poin atau 1 persen di level US$61,04 di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Senin (13/5).

Adapun minyak mentah Brent untuk kontrak Juli berakhir melemah 0,39 poin atau 0,55 persen di level US$70,23 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Pada Senin (13/5), China mengumumkan kenaikan tarif pada sejumlah barang impor asal AS. Langkah ini merespons kenaikan tarif yang dijanjikan oleh pemerintahan Trump setelah pembicaraan berakhir pada Jumat (10/5) tanpa kesepakatan.

Sebelumnya, pada Jumat, pemerintah AS telah mulai memberlakukan kenaikan tariff menjadi 25 persen pada impor China senilai US$200 miliar.

Sikap China tersebut menghapus penguatan minyak sebelumnya setelah Arab Saudi mengatakan tanker minyaknya disabotase dekat Teluk Persia pada Minggu (12/5).

“Kekhawatiran ini terkait dengan perdagangan. Sebagian besar permintaan tambahan yang kami perkirakan di pasar minyak seharusnya berasal dari negara emerging market," kata Stewart Glickman, analis energi di CFRA Research Inc, seperti dikutip Bloomberg.

China mengumumkan tarif baru sebesar 25 persen terhadap hampir 2.500 produk asal AS, termasuk pengiriman gas alam cair. Pasar sempat memulihkan sebagian pelemahan mereka setelah Presiden Donald Trump mengindikasikan keinginan untuk berbicara dengan Presiden China Xi Jinping pada akhir Juni selama KTT G-20.

Trump mengatakan belum memutuskan apakah akan menindaklanjuti ancaman pengenaan tarif impor lebih lanjut terhadap barang asal China yang bernilai US$300 miliar.

Minyak mentah tidak ada dalam daftar tarif China, tetapi aliran kargo AS ke China telah diperketat. China mengimpor 1,64 juta barel minyak AS dalam enam bulan hingga Maret, turun dari 60,5 juta barel dalam enam bulan sebelumnya.

Kekhawatiran tentang prospek permintaan mengalahkan kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah akan memanas setelah Saudi mengatakan dua dari kapal tanker mereka rusak dalam "serangan sabotase."

Pergerakan harga batu bara kontrak Juni 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

13 Mei

85,35

(-1,56 persen)

10 Mei

86,70

(-0,57 persen)

9 Mei

87,20

(-1,52 persen)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top