Digempur Yen, Harga Karet Anjlok Lebih dari 2 Persen

Penguatan nilai tukar yen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menekan harga karet di bursa Tocom Jepang hingga anjlok lebih dari 2 persen pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (9/5/2019).
Renat Sofie Andriani | 09 Mei 2019 15:32 WIB
Sejumlah pekerja melakukan sortasi karet di pabrik pengolahan karet Kebun Glantangan milik PTPN XII, di Tempurejo, Jember, Jawa Timur, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Seno

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan nilai tukar yen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menekan harga karet di bursa Tocom Jepang hingga anjlok lebih dari 2 persen pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (9/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Oktober 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup anjlok 2,59 persen atau 4,90 poin di level 184,10 yen per kg dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (8/5/2019), harga karet kontrak Oktober berakhir di level 189,00 yen per kg dengan pelemahan 0,94 persen atau 1,80 poin di level 189,00 yen per kg.

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau lanjut menguat 0,43 poin atau 0,39 persen ke level 109,67 per dolar AS pukul 14.40 WIB, setelah berakhir dengan apresiasi 0,14 persen atau 0,15 poin di posisi 110,10 pada Rabu (8/5).

Yen, yang bersifat sebagai aset safe haven di tengah kekhawatiran global, bergerak menuju apresiasi hari kelima berturut-turut di tengah keresahan pasar soal eskalasi konflik perdagangan Amerika Serikat-China.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa para pemimpin China telah melanggar kesepakatan dalam negosiasi perdagangan yang diupayakannya sejauh ini. Itulah mengapa ia akan menaikkan tarif terhadap impor China.

“Mereka melanggar kesepakatan!” tegas Trump dalam suatu rally kampanye pada Rabu malam (8/5/2019) waktu setempat di Panama City Beach, Florida.

Bursa Asia sontak turun bersama dengan indeks futures AS ketika para pelaku pasar ramai-ramai menghindari aset berisiko dan memburu aset safe haven di tengah ketidakpastian soal bagaimana perundingan perdagangan AS-China dapat mempengaruhi pasar.

Pemerintah AS telah menyatakan akan menaikkan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen terhadap barang-barang asal China senilai US$200 miliar mulai Jumat (10/5) waktu setempat jika kesepakatan dalam perundingan yang berlangsung pekan ini tidak tercapai.

"Langkah itu hampir bakal terwujud," tutur analis Goldman Sachs Alec Phillips, seorang mantan staf Komite Keuangan Senat AS, dalam risetnya. Menurut Phillips, ada kemungkinan 60% bagi kenaikan tarif itu akan diberlakukan.

Penguatan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini dapat tergerus.

Sejalan dengan harga karet di Tokyo, harga karet untuk kontrak teraktif September 2019 di Shanghai Futures Exchange berakhir melemah 0,80 persen atau 95 poin di level 11.760 yuan per ton pada perdagangan Kamis (9/5).

Pergerakan Harga Karet Kontrak Oktober 2019 di Tocom

Tanggal                             

Harga (Yen/Kg)              

Perubahan (persen)

9/5/2019

184,10

-2,59

8/5/2019

189,00

-0,94

7/5/2019

190,80

+0,79

26/4/2019

189,30

-0,89

25/4/2019

191,00

+0,74

Sumber: Bloomberg

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup