IHSG Berpotensi Menguat, Saham Layak Koleksi LSIP, WTON, CPIN, UNVR, ACES

Secara teknikal, kata Nafi, pergerakan IHSG terliat pulled back bearish trend dan MA50 setelah sempat menyentuh pada awal pembukaan perdagangan.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 03 Mei 2019  |  05:27 WIB
IHSG Berpotensi Menguat, Saham Layak Koleksi LSIP, WTON, CPIN, UNVR, ACES
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks saham Indonesia, IHSG terhempas cukup dalam mengawali perdagangan pada bulan Mei dengan turun 80,93 poin atau 1,25 persen ke level 6.374,42 pada Kamis (2/5).

Secara sektoral, saham-saham di Indeks Industri Dasar paling merasakan penurunan mencapai 1,99 persen,diikuti Aneka Industri (-1.66%) dan Konsumer (-1.64%). Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 149 saham menguat, 267 saham melemah, dan 216 saham stagnan.

Lanjar Nafi, Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa data ekonomi yang dirilis di bawah ekspektasi. Indeks Kinerja sektor Manufaktur bulan April turun kembali 50,4 di bawah harapan sebesar 51. Selain itu, kenaikan inflasi tahunan pada April lebih cepat dari ekspektasi sebesar 2,83 persen berbanding 2,69 persen ekspektasi sebelumnya.

“Pertumbuhan inflasi Indonesia mendekati angka 3% yang akan membuat BI berhati-hati dalam target pemangkasan suku bunga di tahun ini,” katanya dalam riset tertulis, Kamis (2/5) malam.

Menurutnya, prilaku psikologis investor pada bulan Mei yang cenderung mencari langkah aman menjadi salah satu faktor. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat sell Rp191,75 miliar.

Di sisi regional, bursa saham Asia masih diperdagangkan dengan volume kecil seiring liburnya bursa saham Jepang dan China. Hangseng (+0,83 persen) dan KOSPI (+0,42 persen) mencatatkan kenaikan di awal Mei berkat optimisme investor terhadap pertumbuhan ekonomi global dan prospek kesepakatan perdagangan AS dan China.

Secara teknikal, kata Nafi, pergerakan IHSG terliat pulled back bearish trend dan MA50 setelah sempat menyentuh pada awal pembukaan perdagangan.

“Indikator MACD dan RSI memberikan signal pembalikan arah jangka pendek dan akan kembali tertahan di bawah level moviang average 5 dan 20 hari,” ujarnya.

Meskipun demikian, pelemahan yang signifikan ini secara teknikal IHSG telah tiba pada level support lower bollinger bands yang memberikan peluang rebound jangka pendek dengan menguji Moving Average 5 hari. Karena itu, IHSG diprediksi akan bergerak mencoba menguat terbatas dengan support resistance 6.350-6.405.

Saham-saham yang dapat dicermati di antaranya LSIP, WTON, CPIN, UNVR, PTBA, LPCK, ACES.

Saham Pilihan
Kode EmitenHarga 2 Mei (per lembar)Harga 30 April
LSIPRp 1.100Rp 1.090
WTONRp 575Rp 610
CPINRp 5.250Rp 5.275
UNVRRp 45.225Rp 45.500
PTBARp3.940Rp 3.960
LPCKRp 1.940Rp 1.850
ACESRp 1.680Rp 1.650

...................................

Disclaimer: Segala rekomendasi dan analisis saham hanyalah bersifat memberi pandangan semata, dan kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup