WEHA Transportasi Indonesia Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 15%

Emiten berkode saham WEHA tersebut memandang pada tahun ini perseroan dapat meraih kinerja yang lebih positif dengan sentimen membaiknya infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Jawa dan tingginya harga tiket pesawat.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 24 April 2019  |  21:05 WIB
WEHA Transportasi Indonesia Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 15%
Manajemen WEHA Transportasi Indonesia saat menggelar RUPST, Rabu (24/4/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten transportasi PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk. menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% pada 2019 dengan pengembangan digital yang dilakukan perseroan.

Emiten berkode saham WEHA tersebut memandang pada tahun ini perseroan dapat meraih kinerja yang lebih positif dengan sentimen membaiknya infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Jawa dan tingginya harga tiket pesawat.

“Hal itu akan menimbulkan potensi atau peluang peningkatan jumlah permintaan jasa bus pariwisata maupun intercity shuttle yang dilayani oleh perseroan baik dari sektor travel, company, sekolah, event organizer sampai kepada individu,” ujar Sekretaris Perusahaan WEHA Transportasi Indonesia Edgar Surjadi dalam keterangan resminya, Rabu (24/4/2019).

Untuk menangkap peluang tersebut perseroan selaku penyedia jasa transportasi  berkolaborasi dengan mitra transportasi di kota-kota atau daerah-daerah lainnya untuk menjangkau pasar nusantara melalui aplikasi.

Adapun aplikasi perseroan adalah Aplikasi White Horse Online Booking untuk penyewaan bus pariwisata dan car rental serta Aplikasi Day Trans untuk intercity shuttle Jakarta—Bandung.

Selain itu, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp15 miliar yang akan digunakan untuk peremajaan armada sebanyak 9 unit di lini usaha bus charter dan 8 unit di lini usaha intercity shuttle.  

“Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan di tahun 2019 sebesar 15% dari tahun 2018,” sebutnya.

Pada 2018, White Horse mengembangkan sayapnya lebih lebar di segmen penyewaan bus pariwisata dengan sistem online booking. Sejak diluncurkan di September 2017 silam.

Strategi perseroan dengan mengoptimalisasi penggunaan digital dari online booking system sampai dengan aplikasi operasional membuat kegiatan operasional perseroan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga kinerja perseroan menjadi lebih baik.

Adapun pendapatan perseroan pada 2018 senilai Rp160 miliar meningkat sebesar 16% dibandingkan dengan pendapatan 2017 senilai Rp138 miliar. Hal tersebut diikuti dengan peningkatan laba operasional sebesar 76% menjadi Rp20,8 miliar dibandingkan dengan 2017 Rp11,8 miliar.

Sementara itu,EBITDA Perseroan dicatat meningkat 39% di tahun 2018 sebesar Rp44,6 Miliar dibandingkan dengan tahun 2017 yang sebesar Rp32,2 Miliar.  

Untuk laba bersih terdapat penurunan sebesar 94% menjadi Rp3,2 miliar dibandingkan dengan 2017 senilai Rp50,4 miliar yang dikarenakan pada 2017 terdapat keuntungan pelepasan saham investasi perseroan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transportasi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top