REKOMENDASI SAHAM : Dapatkah Saham Buyung Poetra (HOKI) Melaju ke Rp1.040?

Kinerja saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk. melemah sepanjang tahun berjalan 2019. Meski demikian, saham produsen beras premium itu, diyakini dapat melaju hingga Rp1.040 sepanjang tahun ini. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 16 April 2019  |  07:36 WIB
REKOMENDASI SAHAM : Dapatkah Saham Buyung Poetra (HOKI) Melaju ke Rp1.040?
Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Sukarto Bujung (kedua kiri), didampingi direksi dan komisaris mendengarkan pertanyaan wartawan usai paparan publik di Jakarta, Rabu (29/8/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk. melemah sepanjang tahun berjalan 2019. Meski demikian, saham produsen beras premium itu, diyakini dapat melaju hingga Rp1.040 sepanjang tahun ini. 

Saham HOKI melemah 1,61% ke level Rp610 atau turun 10 poin pada penutupan perdagangan Senin (15/4/2019). Secara year to date, saham ini telah melemah 16,44%. 

Meski demikian, dalam setahun terakhir saham produsen beras dengan merek Topi Koki dan Hoki itu telah menguat 11,93%. Begitu pula, dalam sepekan terakhir telah menguat 1,67%. 

Saham HOKI saat ini diperdagangkan pada PER 16,05 kali. Perusahaan yang tercatat di BEI pada Juni 2017 itu, memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp1,45 triliun. 

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, secara teknikal saham HOKI masih berpotensi melemah dengan support Rp575-Rp500. Jika tidak tembus level support, investor dapat melakukan aksi beli. 

"Selama support ini tidak ditembus boleh beli," katanya pada Senin (15/4/2019). 

Secara fundamental, HOKI meraih kinerja positif sepanjang tahun lalu. Hal ini terlihat dari pertumbuhan top line dan bottom line masing-masing sebesar 18,32% dan 88,05% pada 2018. 

Perseroan bakal memiliki tambahan kapasitas produksi sebesar 40 ton per jam seiring dengan pembangunan pabrik beras di Ogan Ilir Sumatra Selatan yang dilakukan mulai awal tahun ini. Adapun, kapasitas eksisting sebesar 55 ton per jam. 

Kapasitas eksisting berasal dari kapasitas Pabrik Cipinang sebesar 5 ton per jam dan Pabrik Subang sebesar 50 ton per jam. Dengan demikian, total kapasitas produksi yang bakal dimiliki perseroan sebesar 95 ton per jam pada 2020. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo mengatakan, perseroan membangun kapasitas produksi baru di Sumatra Selatan karena lokasinya yang dekat dengan bahan baku. Provinsi tersebut adalah salah satu daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. 

Lebih lanjut, analis memperkirakan label baru Alfamart dengan merek Super Beras Slyp 5 kg akan meningkatkan volume penjualan dalam jangka panjang. Apalagi di Sumatra, perbedaan harga beras premium yang dijual di pasar modern dengan di pasar tradisional tidak terlalu besar. 

Dalam distribusi, perseroan tidak hanya mengandalkan minimarket terbesar di Indonesia, tetapi juga Alfamart dan Alfamidi yang memiliki jaringan distribusi baik. 

"Sebanyak 33% dari gerai mereka [Alfamart dan Alfamidi] berada di Jabodetabek, 37,6% di luar Jabodetabek, dan 29,4% di luar Jawa," katanya dikutip dari riset yang dirilis pada Senin (15/4/2019). 

Analis memproyeksi, pendapatan HOKI sebesar Rp1,62 triliun pada 2019 dan Rp1,79 triliun pada 2020. Sedangkan laba bersih diperkirakan sebesar Rp107 miliar pada 2019 dan Rp124 miliar pada 2020. 

Mirae Asset mempertahankan rekomendasi beli terhadap saham HOKI dengan target harga Rp1.040 sepanjang 12 bulan ke depan, atau masih berpotensi naik 67,7% dari harga penutupan pada Jumat (12/4/2019). 

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 5 analis seluruhnya merekomendasikan beli terhadap saham HOKI. Target harga konsensus sebesar Rp980, atau masih berpotensi naik dari 61% dari harga penutupan Senin (15/4/2019). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, Buyung Poetra Sembada

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top