Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stok Melimpah, Harga Jagung Melemah

Jelang masa tanam musim semi, persediaan jagung Amerika Serikat masih berlimpah di gudang-gudang penyimpanan di seluruh negara bagian.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 30 Maret 2019  |  07:48 WIB
Stok Melimpah, Harga Jagung Melemah
Jagung dimasukkan ke truk saat silo kosong di sebuah peternakan di Tiskilwa, Illinois, AS, 6 Juli 2018. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Jelang masa tanam musim semi, persediaan jagung Amerika Serikat masih berlimpah di gudang-gudang penyimpanan di seluruh negara bagian.

Data Departemen Pertanian AS (USDA) dirilis pada Jumat (29/3) menunjukkan, dilansir dari Reuters, Sabtu (30/3/2019). USDA juga melaporkan, para petani berencana untuk meningkatkan penanaman jagung mereka sebesar 4,1 %, tetapi banjir parah di Midwest AS dapat mengurangi areal tanam.

"Hampir semua data dikumpulkan sebelum banjir dimulai. Butuh waktu untuk menentukan dampaknya pada penanaman akhir," kata Lance Honig dari Layanan Statistik Pertanian Nasional USDA di Twitter.

Dalam laporan stok triwulanannya, USDA mematok pasokan jagung domestik pada 1 Maret di angka 8,605 miliar gantang, turun dari 8,892 miliar setahun lalu. Sementara, menurut rata-rata perkiraan dalam survei Reuters, analis memperkirakan stok jagung sebesar 8,335 miliar gantang,

Harga jagung anjlok setelah laporan dirilis, dengan kontrak berjangka jagung Chicago Board of Trade (CBOT) paling aktif turun 4,6% ke level terendah 4 bulan. Hal tersebut merupakan penurunan harga harian terbesar untuk jagung dalam hal persentase sejak Juli 2016.

Hingga pukul 1:19 WIB dini hari, Sabtu (30/3), harga jagung di CBOT anjlok 4,68% atau 17,50 poin di level US$356,50 per gantang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jagung
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top