Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laba MCAS 2018 Melonjak Hampir 29 Kali, Ini Rencana Ekspansi Tahun 2019

Emiten distribusi digital M Cash Integrasi (MCAS) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 28,9 kali menjadi Rp227,8 miliar di sepanjang 2018 ditopang oleh ekspansi organik.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 Maret 2019  |  17:40 WIB
Direktur Utama PT Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto (dari kiri), berbincang dengan Direktur PT M Cash Integrasi Tbk Jahja Suryandy dan Direktur Utama Martin Suharlie disela-sela masa penawaran umum perdana saham PT M Cash Integrasi Tbk, di Jakarta, Kamis (26/10). - JIBI/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto (dari kiri), berbincang dengan Direktur PT M Cash Integrasi Tbk Jahja Suryandy dan Direktur Utama Martin Suharlie disela-sela masa penawaran umum perdana saham PT M Cash Integrasi Tbk, di Jakarta, Kamis (26/10). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten distribusi digital PT M Cash Integrasi Tbk. membukukan kenaikan laba bersih sebesar 28,9 kali menjadi Rp227,8 miliar di sepanjang 2018 ditopang oleh ekspansi organik.

Kepala Relasi Investor M Cash Integrasi, Stanley Tjiandra menyampaikan ekspansi organik di bidang infrastruktur distribusi, ditambah dengan beberapa inisiatif investasi, telah membuat profil pendapatan MCAS menjadi sangat solid.

"Sepanjang tahun 2018, M Cash Integrasi fokus pada penguatan titik distribusi digital secara nasional, tumbuh dari 51.482 pada 2017 menjadi 75.910 pada 2018, sebagai  pilar infrastruktur digital yang vital," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (29/3/2019).

Berdasarkan laporan keuangan tahunan, emiten berkode saham MCAS tersebut membukukan kenaikan laba bersih sebesar 2.798% atau 28,9 kali lipat menjadi Rp227,79 miliar secara yoy dari posisi Rp7,86 miliar pada 2017.

Selanjutnya, pendapatan juga melonjak 139,3% yoy menjadi Rp6,35 triliun pada 2018 dari Rp2,65 triliun pada 2017.

Ke depannya, Stanley menambahkan, MCAS akan mengembangkan kerja sama strategis dengan dua produsen elektronik scooter (e-scooter) asal China.

Adapun, baru-baru ini, MCAS melalui anak usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan Freego HighTech Co. Ltd. (Freego) dan Shenzhen TeteZhiZao Co. Ltd. untuk membekali Gowes, platform penyewaan sepeda berbasis aplikasi milik MCAS, dengan teknologi IoT (Internet of Things).

"Freego adalah salah satu perusahaan high-tech inovatif terdepan dalam pengembangan  smart vehicles di China yang merupakan “China’s Top  10 Brand 2015" dan “No. 1 Brand of Smart balance wheels in Europe” serta  telah terdaftar sebagai salah satu merk di Uni Eropa," imbuh Stanley.

Adapun Gowes telah menyebarkan lebih dari 800 armada sepeda yang beroperasi di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Bali.

Penggunanya juga terus bertumbuh menjadi 106.485 di sepanjang 2018 dan jumlah download melambung menjadi 106.485 pada tahun lalu dibandingkan 157 pada 2017.

Belakangan ini, Gowes juga telah  menunjukkan  performa yang positif dengan penjualan produk digital naik menjadi Rp800 juta pada Maret 2019 dari Rp200 juta pada Februari 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top