Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Pertimbangkan Hapus Tarif Impor Baja dan Aluminium Kanada & Meksiko

Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk menghapus tarif impor baja dan aluminium yang berasal dari Meksiko dan Kanada.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  11:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk menghapus tarif impor baja dan aluminium yang berasal dari Meksiko dan Kanada.

Perwakilan Dagang Amerika Serikat Robert Lightizer mengatakan bahwa rencana penghapusan tarif impor tersebut tidak mempengaruhi industri lokal dan akan tetap mempertahankan keuntungan produsen lokal dari dua komoditas tersebut.

“Apa yang saya coba lakukan adalah memiliki solusi praktis untuk masalah nyata ... singkirkan tarif pada keduanya, biarkan mereka mempertahankan akses historis mereka ke pasar AS yang saya pikir akan memungkinkan kita untuk tetap mempertahankan manfaatnya tentang program baja dan aluminium,” ujar Robert kepada Komite Keuangan Senat AS di sidang Organisasi Perdagangan Dunia, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/2/2019).

Sebagai informasi, AS telah memberlakukan tarif “Section 232” pada baja dan aluminium Kanada dan Meksiko sejak setahunyang lalu, sebagai langkah untuk melindungi produsen dalam negeri dengan alasan keamanan nasional.

Sebelumnya, rencana untuk menghapus tarif impor dari logam Kanada dan Meksiko sempat mencuat pada diskusi negosiasi ulang Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/NAFTA) pada September 2018. Namun, pada akhirnya kesepakatan tarif tersebut tidak berhasil masuk ke dalam kesepakatan NAFTA.

Sejak saat itu, sejumlah anggota parlemen AS mengatakan bahwa mereka tidak yakin perjanjian baru antara AS-Meksiko-Kanada atau USMCA, dapat disetujui oleh kongres jika tarif impor logam, produk pertanian, dan produk AS lainnya tidak memiliki sebuah perubahan.

Perwakilan Partai Demokrat Ron Kind yang menyebutkan dirinya pro perdagangan juga menggemakan pesan yang serupa. "Beberapa dari kami terkesan dengan rencana untuk menyelesaikan 232, sebelum akhirnya kami memiliki kesempatan untuk bergerak maju dengan pertimbangan USMCA,” ujar Ron.

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Selasa (12/3/2019), harga aluminium di bursa LME bergerak positif naik 1,41% menjadi US$1.873 per ton, sementara harga baja kontrak Maret 2019 di bursa LME menguat 0,63% menjadi US$481 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

baja tarif impor aluminium
Editor : Riendy Astria

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top