Wall Street Menguat Pascarilis Fed Minutes

Bursa saham Amerika Serikat Wallstreet menguat Rabu (20/2/2019) setelah pertemuan Federal Reserve menegasksn bank sentral AS akan bersikap sabar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  06:26 WIB
Wall Street Menguat Pascarilis Fed Minutes
Bursa saham AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat Wallstreet berakhir menguat pada perdagangan Rabu (20/2/2019) setelah risalah dari pertemuan terbaru Federal Reserve menegaskan kembali bahwa bank sentral AS akan bersikap sabar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Tetapi The Fed hanya memberikan sedikit petunjuk mengenai berapa lama sikap “sabar" tersebut akan berlangsung, menurut risalah dari pertemuan Federal Open Market Committee pada 29-30 Januari yang dirilis Rabu.

Rilis risalah tersebut membuat perdagangan saham di sesi sore cenderung fluktuatif, sebelum akhirnya indeks mampu bertahan di zona hijau.

Dow Jones Industrial Average menguat 63,12 poin atau 0,24% ke level 25.954,44, sedangkan indeks Standard &Poor’s 500 menguat 4,94 poin atau 0,18% ke 2.784,7 dan Nasdaq Composite naik 2,30 poin atau 0,03% ke 7.489,07.

"Risalah sebagian besar menggemakan pernyataan hati-hati Fed dari pertemuan terbarunya," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, seperti dikutip Reuters.

Risalah tersebut juga menunjukkan bahwa The Fed berjanji untuk merilis rencana untuk neraca senilai US$4 triliun mereka dalam waktu dekat.

Bank sentral AS mengejutkan pasar bulan lalu dengan menangguhkan kebijakan pengetatan moneter yang telah berlangsung selama tiga tahun dan mengatakan akan sabar untuk melakukan penyesuaian terhadap kisaran target untuk suku bunga jangka pendek, yang saat ini berada di level 2,25%-2,5%.

Sikap Fed yang dovish dan kemajuan dalam negosiasi perdagangan AS-China telah membantu S&P 500 naik sekitar 18% dari posisi terendahnya pada Desember, ketika pasar tertekan di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi.

Indeks diperdagangkan sekitar 5% di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada akhir September.

Indeks sektor finansial S&P yang peka terhadap suku bunga menambah penguatan setelah rilis risalah tersebut dan berakhir menguat 0,6%.

Sementara itu, sektor bahan baku menguat 1,7% dan memimpin kenaikan persentase di antara 11 sektor lainnya, didorong oleh kenaikan harga komoditas. Saham CF Industries Holdings Inc, Mosaic Co dan FreeportMcMoran menguat.

Investor juga menerima lebih banyak berita di bidang perdagangan, dengan Presiden Donald Trump pada hari Rabu mengatakan AS akan mengenakan tarif pada impor mobil Eropa jika tidak dapat mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa.

Pada hari Selasa, Trump mengatakan diskusi perdagangan dengan China berjalan baik dan menunjukkan kemungkinan untuk memperpanjang batas waktu untuk menyelesaikan negosiasi, dengan mengatakan 1 Maret bukan tanggal yang "ajaib".

Saham Southwest Airlines Co tergelincir 5,7% setelah maskapai mengatakan akan penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown) menyebabkan kerugian perusahaan senilai US$60 juta.

Penurunan saham Southwest menyeret saham maskapai lain, mengirim indeks Dow Jones US Airlines turun 2,6%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wallstreet, bursa as, Kebijakan The Fed

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top