Pasokan Global Semakin Tertekan, Tembaga Siap Lari Kencang

Ketatnya pasokan tembaga akan semakin memperkuat posisi komoditas itu melakukan reli penguatannya.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  14:31 WIB
Pasokan Global Semakin Tertekan, Tembaga Siap Lari Kencang
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Ketatnya pasokan tembaga akan semakin memperkuat posisi komoditas itu dalam melakukan reli penguatannya.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Selasa (19/2/2019), harga tembaga di bursa London ditutup menguat 0,70% menjadi US$6.319 per dolar AS. Sementara itu, pada perdagangan Rabu (20/2/2019) pukul 13.29 WIB, harga tembaga di bursa Shanghai bergerak menguat 0,57% menjadi 49.610 yuan per ton.

Putusan pengadilan India pada Senin (18/2) yang menunda pengoperasian kembali tambang tembaga di negara taj mahal tersebut mengancam menekan pasokan tembaga global. Pasalnya, tambang tembaga tersebut memberikan kontribusi sebesar 2% dari pasokan tembaga dunia.

Belum lagi ditambah dengan potensi gangguan pasokan dari Indonesia, di mana Freeport tengah menunggu keputuran ekspor konsentrat tembaganya dari tambang Grasberg.

Seperti belum puas tertekan, belum lama ini hujan lebat pada awal bulan di Chili, penambang tembaga utama dunia, kemungkinan akan merusak produktivitas di tambang milik negara yaitu di Codelco, Chuquicamata, dan Radomiro Tomic.

Menteri Pertambangan Chili Baldo Prokurica mengatakan bahwa industri pertambangan Chile telah kehilangan sekitar US$300 juta karena hujan deras sehingga menghancurkan infrastruktur dan memaksa beberapa operasi penambangan ditangguhkan.

“Ada beberapa dampak pada Chuquicamata dan Radomiro Tomic yang kami pikir akan memengaruhi produktivitas. Tetapi langkah-langkah sedang diambil untuk mencegah peristiwa semacam ini dari menyebabkan kerusakan lagi,” ujar Baldo seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (20/2/2019).

Codelco dan perusahaan pertambangan lainnya yang beroperasi di Chili utara, seperti Freeport-McMoRan, juga telah menunda beberapa operasi karena hujan.

 Walaupun demikian Codelco belum memberikan rincian tentang dampak pada operasinya tetapi mengatakan semua telah kembali normal. Adapun, tambang Chuquicamata dan Radomiro Tomic bersama-sama menghasilkan 488.000 ton tembaga pada tahun lalu.

Dengan tanda-tanda bahwa upaya stimulus dari pemerintah China untuk meningkatkan permintaan dan adanya guncangan pasokan memberikan tanda harga tembaga akan terus meningkat dan dalam tren bullish. Harga tembaga di bursa London telah bergerak naik 5,93% sepanjang tahun berjalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga tembaga, komoditas tembaga

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top