Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Karet Dibayangi Melempemnya Ekonomi Global

Ramalan melambatnya perekonomi dunia pada tahun ini, rupanya makin melemahkan perdagangan karet global.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  22:45 WIB
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Ramalan melambatnya perekonomi dunia pada tahun ini, rupanya makin melemahkan perdagangan karet global.

Merujuk data Bloomberg, pukul 17.00 WIB, harga karet kontrak teraktif Juni 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), bergerak di zona merah. Turun sebesar 1,31% atau minus 2,40 poin menjadi 181,30 yen per kilogram.

Padahal pada awal pekan ini, harga komoditas tersebut berada di zona nyaman, yaitu meningkat 2,58% atau 4,80 poin menjadi 191,00 yen per kilogram.

Baru-baru ini, Dana Moneter Internasional (IMF) mengumumkan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk kedua kalinya dalam 3 bulan terakhir.  Walhasil kabar tersebut memicu kekhawatiran tentang permintaan komoditas bahan baku ban tersebut.

Lembaga tersebut memprediksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,5% pada tahun ini, laju terlemah dalam tiga tahun belakangan.

Di Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss, Managing Director IMF Christine Lagarde mengatakan, ekonomi dunia tumbuh lebih lamban dari yang diharapkan, dan risikonya pun meningkat.

Sementara itu Analis dari JSC Corp Takaki Shigemoto mengatakan, kabar tersebut kian menambah kekhawatiran ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China memperlambat pertumbuhan ekonomi global. “Selain itu melemahnya permintaan komoditas,” katanya dikutip dari Bloomberg, Rabu (23/1).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : Gajah Kusumo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top