Penjualan Emas Aneka Tambang (ANTM) Capai Level Tertinggi

Emiten produsen logam PT Aneka Tambang Tbk. menyampaikan bahwa perseroan membukukan volume produksi  dan penjualan feronikel dan emas tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  18:05 WIB
Penjualan Emas Aneka Tambang (ANTM) Capai Level Tertinggi
Petugas melayani pembelian emas logam mulia di Gedung Aneka Tambang, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen logam PT Aneka Tambang Tbk. menyampaikan bahwa perseroan membukukan volume produksi  dan penjualan feronikel dan emas tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan sandi ANTM tersebut membukukan volume produksi unaudited feronikel sebesar 24.868 ton nikel dalam feronikel (TNi), meningkat 14,27% dibandingkan dengan capaian 2017 yang sebesar 21.762 TNi.

Perseroan mencatatkan penjualan unaudited feronikel pada 2018 mencapai 24.135 TNi, tumbuh 10,31% dibandingkan dengan 2017 yang sebesar 21.878 TNi. Kenaikan produksi dan penjualan feronikel tersebut didukung oleh stabilitas operasi produksi pabrik feronikel Antam di Pomalaa yang saat ini memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 27.000 TNi per tahun.

Selain itu, emiten dengan sandi ANTM tersebut membukukan capaian penjualan emas tertinggi perusahaan. Pada tahun lalu, ANTM mencatatkan volume penjualan unaudited emas sebesar 28.258 kg atau melonjak 114,04% dibandingkan  dengan 2017 yang sebesar 13.202.

Pada tahun lalu, volume produksi unaudited emas ANTM tercatat sebesar 1.953 atau cenderung stabil secara yoy. Adapun, kenaikan penjualan emas tersebut merupakan hasil dari strategi pengembangan pasar emas baik domestik maupun ekspor oleh perseroan.

Direktur Utama Aneka Tambang Arie Prabowo Ariotedjo menyampaikan capaian produksi dan penjualan feronikel serta penjualan emas tertinggi sepanjang sejarah tersebut memperkuat landasan perseroan untuk terus berekspansi pada tahun ini, pada komoditas emas, nikel, dan bauksit.

“Fundamental perusahaan akan semakin solid pada 2019 dengan ditopang peningkatan kinerja operasi, upaya efisiensi biaya, serta inovasi dalam penciptaan nilai tambah komoditas Antam,” ungkap Arie menyertai laporan ANTM, Selasa (22/1).

Secara detail, untuk komoditas bijih nikel, perseroan mencatat volume produksi unaudited sebesar 9,31 juta wet metric ton (wmt) atau naik sebesar 67,14% dibandingkan dengan 2017 yang tercatat sebesar 5,57 juta wmt.

Perseroan memproduksi bijih nikel yang disuplai langsung sebagai bahan baku pabrik feronikel milik sendiri. Selain itu, bijih nikel juga dipasarkan ke domestik dan internasional. Pada 2018, volume penjualan unaudited bijih nikel sebesar 6,29 juta wmt, meningkat 114,67% dibandingkan yoy yang sebesar 2,93 wmt.

Sementara itu, produksi dan penjualan bauksit pun tumbuh signifikan. Berdasarkan catatan perseroan, produksi unaudited bijih bauksit pada 2018 tercatat sebesar 1,1 juta wmt, naik 69,75% dibandingkan capaian produksi tahun lalu yang sebesar 648.000 wmt.

Terkait volume penjualannya, ANTM membukukan penjualan bijih nikel sebesar 965.000 wmt pada 2018, meningkat 15,15% secara yoy dari posisi 838.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
antam, harga emas antam, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top