Kurs Tengah Melemah 32 Poin, Mayoritas Kurs di Asia Menguat

Kurs jual ditetapkan Rp14.612 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.466 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp146.
Aprianto Cahyo Nugroho | 07 Desember 2018 11:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (7/12/2018) di level Rp14.539 per dolar AS, melemah 32 poin atau 0,22% dari posisi Rp14.507 pada Kamis (6/12).

Kurs jual ditetapkan Rp14.612 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.466 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp146.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 62 poin atau 0,43% ke level Rp14.458 per dolar AS pada pukul 11.12 WIB.

Nilai tukar rupiah sebelumnya dibuka dengan pelemahan 0,04% atau 6 poin ke level Rp14.526 per dolar AS, setelah pada perdagangan Kamis (6/12) ditutup melemah 0,81% atau 117 poin di level Rp14.520 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.458-Rp14.533 per dolar AS.

Rupiah menguat di saat mayoritas mata uang lain di Asia yang juga terapresiasi hari ini, dipimpin oleh rupee India yang menguat 0,55% dan peso Filipina yang terapresiasi sebesar 0,39%.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau melemah 0,016 poin atau 0,02% ke level 96,794 pada pukul 11.00 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka terdepresiasi 0,01% atau 0,007 poin ke level 96.803, setelah pada perdagangan Kamis (6/12) ditutup melemah 0,26 poin atau 0,27% poin ke level 96,810.

Dilansir Reuters, dolar AS tertatih-tatih oleh spekulasi baru dari jeda siklus pengetatan Federal Reserve yang diperkirakan segera disampaikan setelah menaikkan suku bunga acuan akhir bulan ini.

Perhatian khusus untuk dolar AS adalah penurunan tajam ini dalam imbal hasil Treasury AS, dengan inversi kurva yield menandakan perlambatan ekonomi yang tajam atau bahkan resesi.

Investor saat ini sedang menantikan rilis data non-farm payroll AS bulan November yang dirilis hari Jumat untuk mengukur pertumbuhan upah dan kekuatan pasar tenaga kerja.

"Kami sudah mendengar dari (Gubernur The Fed Jerome) Powell bahwa dia pikir tingkat netral telah bergerak cukup jauh dalam waktu yang cukup singkat," kata Bart Wakabayashi, manajer State Street Bank cabang Tokyo, seperti dikutip Reuters.

"Panduan yang akan datang akan menjadi kunci untuk penggerak imbal hasil dan pasar saham, yang sekarang bereaksi terhadap pasar valuta asing,” lanjutnya.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

7 Desember

14.539

6 Desember

14.507

5 Desember

14.383

4 Desember

14.293

3 Desember

14.252

SumberBank Indonesia

Tag : kurs tengah bank indonesia
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top