Uni Eropa Akan Perkuat Posisi Euro di Pasar Global

Uni Eropa siap untuk meluncurkan rencana yang dapat menantang posisi dominan dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia (global reserve currency) di pasar global, khususnya di sektor energi.
Dwi Nicken Tari | 04 Desember 2018 16:09 WIB
Mata uang Euro - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Uni Eropa siap untuk meluncurkan rencana yang dapat menantang posisi dominan dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia (global reserve currency) di pasar global, khususnya di sektor energi.

Hal itu dilakukan Benua Biru untuk memperkuat peran internasional mata uangnya, seraya menunjukkan independensi Eropa terhadap AS di tengah-tengah meregangnya tensi trans-Atlantik.

Berdasarkan berkas yang akan dirilis oleh Komisi Eropa pada pekan ini, UE akan mengembangkan benchmark suku bunga yang terpercaya secara menyeluruh di pasar keuangan dan membentuk sistem pembayaran instan yang terintegrasi penuh.

Selain itu, lengan eksekutif UE tersebut juga akan melakukan peninjauan lebih lanjut mengenai kemungkinan untuk mengembangkan peran euro di pasar valuta asing di masa depan.

“Ada ruang bagi euro untuk mengembangkan peran globalnya dan mencapai potensi penuhnya, [serta] memperlihatkan kekuatan politik, ekonomi, dan keuangan Zona Euro,” tulis Komisi Eropa dalam berkas yang diterima Bloomberg, Selasa (4/12/2018).

Adapun rencana Komisi Eropa tersebut ditujukan untuk memitigasi “hak istimewa” yang dimiliki greenback, yang mana membuat Washington dapat mendesak negara lain di dunia dengan kebijakan luar negerinya, termasuk UE.

Lebih lanjut, kebijakan yang diajukan oleh Komisi Eropa adalah menggunakan euro sebagai mata uang utama dalam kontrak energi yang disepakati oleh negara anggota UE dan pihak negara ketiga. Selain itu, juga akan dibentuk benchmark harga berdenominasi euro untuk minyak mentah.

Kendati proposal tersebut tidak terikat dengan UU, potensi pengadopsiannya oleh UE diperkirakan dapat mengubah lansekap pasar energi secara global.

Berdasarkan memo terpisah yang juga diterima oleh Bloomberg, rekomendasi dari Komisi Eropa tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko dari “gejolak pasokan energi” akibat “aksi yang dilakukan pihak negara ketiga”.

Berikutnya, Komisi Eropa juga akan mencari cara untuk membuat transaksi hedging dalam euro menjadi lebih menarik.

Komisi Eropa menyampaikan, hal itu dapat dicapai dengan mensyaratkan sejumlah kontrak yang harus di kliringkan lewat rekanan pusat (central counterparties).

“[Menyelesaikan reformasi kebijakan keuangan yang penuh skandal juga] dapat membantu meningkatkan daya tarik perdagangan dan penetapan harga instrumen berdenominasi euro,” tulis Komisi Eropa.

Adapun di atas itu semua, para pejabat UE akan bahu-membahu untuk memembangkan sistem pembayaran instan yang terintegrasi untuk mengurangi ketergantungan dengan pembayaran kartu dan online yang disediakan asing

Tag : euro
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top