Kurs Tengah Melemah 41 Poin, Mayoritas Mata Uang di Asia Masih Terapresiasi

Kurs jual ditetapkan Rp14.364 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.222 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.
Aprianto Cahyo Nugroho | 04 Desember 2018 11:38 WIB
Karyawan menghitung uang rupiah di sebuah money changer di Jakarta, Selasa (4/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (4/12/2018) di level Rp14.293 per dolar AS, melemah 41 poin atau 0,29% dari posisi Rp14.252 pada Senin (3/12).

Kurs jual ditetapkan Rp14.364 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.222 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 39 poin atau 0,27% ke level Rp14.283 per dolar AS pada pukul 11.17 WIB.

Nilai tukar rupiah sebelumnya dibuka dengan pelemahan 0,55% atau 79 poin ke level Rp14.323 per dolar AS, setelah pada perdagangan Senin (3/12), rupiah ditutup menguat 0,41% atau 58 poin di level Rp14.244 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.279-Rp14.322 per dolar AS.

Rupiah melemah di saat mayoritas mata uang lain di Asia menguat, dipimpin yuan China yang terapresiasi 0,5%, disusul yen Jepang yang menguat 0,45. Di sisi lain, peso Filipina melemah sebesar 0,38%.

Dilansir Reuters, mata uang di Asia menguat karena mencairnya ketegangan perdagangan antara AS dan China mendukung kepercayaan investor yang turut melemahkan dolar AS.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau turun 0,233 poin atau 0,24% ke level 96,807 pada pukul 11.10 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka terdepresiasi 0,1% atau 0,093 poin ke level 96,947, setelah pada perdagangan Senin (3/12) ditutup melemah 0,232 poin atau 0,24% poin ke level 97,040.

"Untuk saat ini, tampaknya China telah mendapatkan yang terbaik dari G20 dan kami berharap yuan tetap didukung," kata Nick Twidale, chief operating officer di Rakuten Securities, seperti dikutip Reuters.

Namun, Twidale memperingatkan bahwa pasar masih perlu melihat pelonggaran lebih lanjut dalam ketegangan perdagangan agar reli aset berisiko tetap berkesinambungan.

Kepercayaan investor di pasar mata uang telah didukung oleh kesepakatan pada Sabtu antara Washington dan Beijing pada KTT G20 di Argentina yang menyerukan gencatan tarif perdagangan dalam 90 hari ke depan.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

4 Desember

14.293

3 Desember

14.252

30 November

14.339

29 November

14.408

28 November

14.535

SumberBank Indonesia

Tag : kurs tengah bank indonesia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top