Mirae Asset Sekuritas: Sentimen Positif Pasar SUN dari Pernyataan Dovish Jerome Powell

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa secara umum, harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder akan menguat terbatas pada perdagangan Jumat (30/11/2018).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 30 November 2018  |  11:02 WIB
Mirae Asset Sekuritas: Sentimen Positif Pasar SUN dari Pernyataan Dovish Jerome Powell
Ilustrasi Surat Utang Negara

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa secara umum, harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder akan menguat terbatas pada perdagangan Jumat (30/11/2018).

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan bahwa sentimen positif bagi harga SUN di pasar sekunder diperkirakan masih berasal dari pernyataan dovish Gubernur The Fed Jerome Powell pada Kamis (29/11) waktu setempat, yang sekaligus mengurangi kecenderungan sentimen hawkish dari rilis risalah pertemuan FOMC (FOMC Minutes) pada 7-8 November 2018. 

Risalah pertemuan FOMC tersebut menunjukkan bahwa kebijakan moneter The Fed tidak akan berubah dengan kecenderungan tetap hawkish sehingga pasar berekspektasi kenaikan Fed Fund Rate (FFR) akan kembali dinaikkan akhir tahun ini. 

Namun, pernyataan Jerome Powell bahwa FFR sudah mendekati level netralnya memunculkan ekspektasi bahwa meski kebijakan moneter The Fed akan tetap hawkish pada 2019 tetapi iramanya tidak secepat tahun ini.

Sentimen positif dari Powell tersebut tidak mendorong berlanjutnya penurunan yield US Treasury 10 tahun dan indeks dolar AS secara signifikan atau dapat dikatakan cenderung stagnan. Masing-masing berada di level 3,03% dan 96,78 poin pada perdagangan global semalam, seiring dengan kekhawatiran pasar atas ketidakpastian kesepakatan perdagangan internasional antara AS dan China. 

Kedua pemimpin negara tersebut dijadwalkan bertemu dalam G20 Summit yang digelar di Buenos Aires, Argentina pada 30 November-1 Desember 2018. Ketidakpastian mengenai perang dagang pada akhirnya menjadi dasar proyeksi terbatasnya kenaikan harga SUN, hari ini.

Dhian melanjutkan secara umum, tren imbal hasil SUN hingga akhir tahun ini diproyeksi masih akan turun atau harga meningkat. 
 
"Meski demikian, jelang pertemuan antara AS dengan China terkait pembahasan perdagangan internasional pada Sabtu-Minggu ini, kami menyarankan investor untuk hold atau wait and see terhadap seri-seri yang cenderung likuid seperti  FR0063, FR0064, FR0065, FR0077, FR0078, FR0072, dan FR0075," paparnya dalam riset harian, Jumat (30/11). 

Sementara itu, beberapa seri yang tidak terlalu likuid tapi yield yang ditawarkan masih menarik untuk dikoleksi di antaranya FR0043, FR0042, FR0074, FR0068, FR0045, dan FR0076.
 
Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid pada hari ini:
 
FR0063 (15 Mei 2023): 91,75 (7,85%) - 92,25 (7,71%)
FR0077 (15 Mei 2024): 101,00 (7,89%) - 101,70 (7,74%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,10 (7,94%) - 89,00 (7,79%)
FR0078 (15 Mei 2029): 102,00 (7,96%) - 102,80 (7,85%)
FR0065 (15 Mei 2033): 87,50 (8,11%) - 88,20 (8,02%)
FR0072 (15 Mei 2036): 99,50 (8,30%) - 100,20 (8,23%)
FR0075 (15 Mei 2038): 93,00 (8,23%) - 93,70 (8,15%)
 
Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran Rp14.333-Rp14.475 dengan kecenderungan menguat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top