Indeks Bisnis-27 Uptrend Jelang Desember

Konstituen terbaru Indeks Bisnis-27 mampu membawa perbaikan kinerja dengan melaju membentuk uptrend tumbuh secara year to date -5,56%. Meskipun minus, angka ini naik apabila dibandingkan dengan bulan lalu yang terkoreksi 10,15% (ytd). Perbaikan Indeks Bisnis 27 terus menutupi pelemahan yang sempat terjadi sepanjang 2018.
Anida ul Masruroh | 30 November 2018 20:16 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/11/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Konstituen terbaru Indeks Bisnis-27 mampu membawa perbaikan kinerja dengan melaju membentuk uptrend tumbuh secara year to date -5,56%. Meskipun minus, angka ini naik apabila dibandingkan dengan bulan lalu yang terkoreksi 10,15% (ytd). Perbaikan Indeks Bisnis 27 terus menutupi pelemahan yang sempat terjadi sepanjang 2018.

Aksi profit taking yang biasa terjadi di akhir pekan membuat Indeks Bisnis-27 ditutup melemah 7,58 poin ke level 545 mengikuti tren pasar. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup melemah 51,04 poin di level 6.056. Total net sell oleh investor asing pada perdagangan hari ini mencapai Rp1,4 triliun.

Secara fundamental, perekonomian masih kuat yang diperlihatkan oleh pertumbuhan PDB sebesar 5,17% (yoy) dan nilai tukar rupiah yang kian stabil hingga menyentuh Rp14.302 per US$ pada hari ini. Rupiah pada bulan sebelumnya sempat tersungkur di level Rp15.238.

Kondisi ini tidak terlepas dari keberhasilan bauran kebijakan Bank Indonesia terutama untuk transaksi Domestic Non Deliverable Forward yang mengharuskan penyelesaian transaksi forward secara netto dalam bentuk valuta asing domestik. Selain itu, inflasi yang terjaga di level 3,16% juga menjadi sentimen positif untuk mendatangkan investor kembali melirik Indonesia sebagai negara potensial untuk memberikan capital gain yang menarik.

Meskipun defisit neraca pembayaran melebar di angka 3,37% terhadap PDB atau menjadi US$8,8 miliar, rilis data kenaikan devisa dan stabilitas nilai tukar rupiah mampu membuat Indeks Bisnis-27 melanjutkan uptrend sepanjang November 2018.

Di sisi lain, faktor eksternal memberikan sentimen yang beragam seperti dari arah kebijakan The Fed yang cenderung dovish untuk kenaikan suku bunga tahun depan. Kebijakan itu diambil dengan pertimbangan suku bunga acuan telah mendekati atau sedikit di bawah estimasi level suku bunga netral. Saat ini range suku bunga The Fed berada pada kisaran 2%-2,25%.

Keinginan Presiden AS Donald Trump untuk membuat kesepakatan dengan Presiden China Xi Jinping terkait perang dagang pada KTT G20 pekan ini turut meredakan gejolak di pasar saham sepanjang November 2018. Sementara itu, perkembangan komoditas harga minyak dunia terpantau masih melanjutkan downtrend hingga menyentuh level support US$50 per barel. Kondisi ini bisa menaikkan risiko pelambatan pertumbuhan ekonomi dunia selain dari Eropa, Jepang dan China yang memang tengah menghadapi koreksi pertumbuhan ekonomi.

  • Bisnis-27 Index Technical Review

Secara teknikal analisis, Indeks Bisnis-27 membentuk pola bearish harami candlestick dengan indikator stochastic slow terlihat dead cross yang mengindikasikan sinyal bearish reversal dengan pelemahan sementara. Untuk indikator relative strength index pada area netral. Diperkirakan Indeks Bisnis-27 akan mengalami tekanan menguji MA20 sebagai support terdekat pada level 535. Indeks Bisnis-27 akan bergerak dalam rentang 533 – 560 dalam satu pekan mendatang.  

 

Sumber: Bloomberg 

  • Jakarta Composite Index Technical Review

Secara teknikal analisis, IHSG membentuk pola bearish harami candlestick dengan indikator stochastic slow terlihat dead cross yang mengindikasikan sinyal pelemahan temporer. Sementara itu, indikator relative strength index pada area netral. Diperkirakan IHSG akan tertekan menguji MA200 sebagai support terdekat di level 6.040. IHSG akan bergerak dalam rentang 6000 – 6.150 pada sesi perdagangan berikutnya.

Sumber: Bloomberg 

  • Indeks Bisnis-27 dan Indeks Lainnya

Sebagian besar indeks mengalami koreksi termasuk Indeks Bisnis 27 yang tumbuh -5,56% (ytd). Namun Indeks Bisnis-27 masih lebih unggul apabila dibandingkan dengan Indeks LQ45 (-10,46%) dan Indeks IDX30 (10,19%). Sementara itu, Indeks infobank15 dan Indeks DBX berhasil tumbuh positif masing-masing tumbuh 0,76% (ytd) dan 2,48% (ytd) di tengah downtrend pasar sepanjang 2018.

 

  • Sektor Pendorong Indeks Bisnis-27

Sektor industri dasar dan kimia masih menjadi penggerak Indeks Bisnis 27 sepanjang 2018. Selain dari kinerja fundamental yang kuat, sektor ini memang leading sector di pasar saham. Tiga konstituen terbaik yang mewakili Indeks Bisnis 27 dari sektor ini, yaitu PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (287,84%), PT Charoen Pokphand Tbk (98,33%), dan PT Indah Kiat Pul & Paper Tbk (94,44%). Kemudian sektor lain yang menyusul adalah pertambangan dari PT Bukit Asam Tbk (63,41%) dan konsumsi diwakili oleh PT Mayora Indah Tbk (26,24%).

 

  • Monthly Preview

Konsistensi keberhasilan pemerintah dalam menjaga nilai tukar rupiah dan upaya penyempitan neraca pembayaran masih akan terus dicermati pasar. Untuk isu global, perkembangan Brexit Deal dari PM Theresa May kepada parlemen Inggris akan menjadi perhatian, termasuk hasil dari pertemuan KTT G20 terkait perang dagang AS dan China. Faktor-faktor tersebut akan membayangi Indeks Bisnis-27 pada pekan depan.

Sementara itu, anggota konstituen yang masih menjadi penggerak Indeks Bisnis-27 yaitu saham-saham emiten dari industri dasar dan kimia, sektor pertambangan, keuangan dan konsumsi. Selain dari bobotnya dalam Indeks Bisnis-27 cukup besar, sektor industri dasar dan kimia masih menjadi leading sector di pasar. Demikian pula dengan sektor konsumsi yang diperkirakan akan semakin bergairah jelang liburan natal dan tahun baru.

Faktor lain yang dapat mendongkrak Indeks Bisnis-27 melanjutkan uptrend berasal dari kemungkinan akan adanya window dressing yang disebabkan kecenderungan para emiten mempercantik portofolionya pada akhir tahun, selain nada dovish The Fed untuk tahun depan.

*) Anida Masruroh, analis Bisnis Indonesia Resources Center

 

 

 

Tag : IHSG, indeks bisnis27
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top