AKSI EMITEN: Perkebunan Dapat Katalis Positif, Gunung Raja Incar Rp2 Triliun

Berita tentang prospek emiten perkebunan serta rencana IPO PT Gunung Raja Paksi menjadi sorotan media nasional hari ini, Rabu (28/11/2018).
AKSI EMITEN: Perkebunan Dapat Katalis Positif, Gunung Raja Incar Rp2 Triliun Renat Sofie Andriani | 28 November 2018 09:17 WIB
AKSI EMITEN: Perkebunan Dapat Katalis Positif, Gunung Raja Incar Rp2 Triliun
Managing Director Asian Agri Group, Kelvin Tio sedang memberikan pemaparan pengelolaan kebun kelapa sawit kepada para delegasi negara-negara Uni Eropa di Tungkal Ulu, Jambi (17/4). - Bisnis/Thomas Mola

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang prospek emiten perkebunan serta rencana IPO PT Gunung Raja Paksi menjadi sorotan media nasional hari ini, Rabu (28/11/2018).

Berikut beberapa topik utama sejumlah media massa nasional:

Dua Kebijakan Jadi Katalis Positif. Kinerja keuangan dan saham emiten perkebunan dinilai cukup prospektif pada 2019 seiring dengan penerapan dua kebijakan, yakni pelonggaran tarif ekspor minyak kelapa sawit mentah dan penggunaan biodiesel B20. (Bisnis Indonesia)

Gunung Raja Paksi Incar Rp2 Triliun. PT Gunung Raja Paksi menunda penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dari akhir tahun ini menjadi tahun depan. Perseroan juga menaikkan target emisi dari Rp1 triliun menjadi Rp2 triliun. (Bisnis Indonesia)

META Menata Strategi Ekspansi. Usai mengeksekusi serangkaian aksi korporasi pada 2018, PT Nusantara Infrastructure Tbk. menyiapkan sejumlah rencana ekspansi. Belanja modal hingga Rp3 triliun diperkirakan dirogoh perseroan pada tahun depan. (Bisnis Indonesia)

GOOD Optimistis Lampaui 10%. Produsen makanan dan minuman ringan, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. optimistis pendapatan perseroan pada 2018 dapat tumbuh di atas 10% dari raihan Rp7,48 triliun pada 2017. (Bisnis Indonesia)

Anggaran Jumbo Ekspansi META. Usai melego bisnis telekomunikasi, kesibukan PT Nusantara Infrastructure Tbk. tahun depan tak lantas berkurang. Perusahaan yang kini dikendalikan oleh dua pemegang saham baru yakni PT Metro Pacific Tollways Indonesia dan Indonesia Infrastructure Finance itu, minimal membutuhkan dana belanja modal Rp3 triliun. (Kontan)

DOID Mengajukan Perubahan Ketentuan Surat Utang. PT Delta Dunia Makmur Tbk. sedang mengupayakan cara untuk meringankan beban utangnya. Anak perusahaan mereka, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, mengajukan perubahan syarat dan ketentuan surat utang dalam bentuk permohonan persetujuan (consent solicitation) kepada J.P. Morgan (S.E.A) sebagai solicitation agent. (Kontan)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, aksi emiten

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top