Penuhi DMO, HRUM Siap Transfer Kuota

Emiten pertambangan PT Harum Energy Tbk. siap melakukan transfer kuota untuk memenuhi ketentuan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 25% pada 2018.
Hafiyyan | 19 November 2018 17:38 WIB
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (7/3/2018). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pertambangan PT Harum Energy Tbk. siap melakukan transfer kuota untuk memenuhi ketentuan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 25% pada 2018.

Direktur Utama Harum Energy Ray A. Gunara menyebutkan untuk memenuhi ketentuan DMO, perseroan menjajaki pembelian kuota dari produsen batu bara lainnya yang memiliki kalori sesuai kriteria.

“Sedang kami jajaki transfer kuota dari produsen lain yang melebihi kuota [DMO],” tuturnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Emiten bersandi HRUM itu mengoperasikan tiga tambang yang memiliki produk premium, yakni PT Mahakam Sumber Jaya (MSJ) dengan kalori 5.500 Kcal/kg, PT Karya Usaha Pertiwi (KUP) 5.253 Kcal/kg, dan PT Santan Batu Bara (SB) 5.400—6.400 Kcal/kg.

KUP memulai produksi pada April 2018, sedangkan SB yang diakuisisi HRUM dari PT Petrosea Tbk. (PTRO) beroperasi pada Agustus 2018.

Kendati mendapatkan harga jual yang lebih bagus dengan produksi berkalori tinggi, emiten itu kesulitan memenuhi ketentuan DMO 25%. Pasalnya, PT PLN (Persero) membutuhkan batu bara kalori medium sekitar 4.200 Kcal/kg.

Pada kuartal IV/2018, perusahaan menargetkan kenaikan penjualan batu bara sebesar 1,5 juta—1,7 juta ton. Peningkatan volume diharapkan berimbas mengerek kinerja keuangan.

Dengan estimasi penjualan tersebut, perusahaan dapat memasarkan 4,8 juta ton sampai akhir tahun.

 “Dengan kenaikan penjualan tersebut, diharapkan dapat membantu kinerja keuangan perusahaan pada kuartal terakhir,” terang Ray.

Per September 2018, perusahaan membukukan pendapatan US$232,96 juta, terkoreksi 2,33% secara year-on-year (yoy) dari sebelumnya US$238,52 juta. Laba bersih juga merosot 30,35% secara yoy menuju US$22,73 juta dari posisi sebelumnya yang senilai US$32,64 juta.

Penurunan kinerja keuangan tersebut disebabkan melesunya produksi, terutama dari tambang MSJ akibat masalah operasional pada semester I/2018. Namun, kinerja operasional pada kuartal III/2018 cenderung membaik.

Per September 2018, HRUM menjual batu bara sejumlah 3,1 juta ton, turun 15,3% yoy dari sebelumnya 3,6 juta ton. Rata-rata harga jual atau Average Selling Price (ASP) naik 13,4% yoy menjadi US$72,2 per ton dari sebelumnya US$63,7 per ton.

Tag : batu bara, harum energy tbk
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top