Dirut Buki Asam (PTBA) Yakin Produksi 2019 Naik Lebih Dari 5%

Emiten pertambangan batu bara PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mengestimasi kenaikan volume produksi pada 2019 melampaui 5% year-on-year (yoy) dari target tahun ini sejumlah 25,54 juta ton.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 15 November 2018  |  00:53 WIB
Dirut Buki Asam (PTBA) Yakin Produksi 2019 Naik Lebih Dari 5%
Aktivitas bongkar muat batu bara di salah satu tempat penampungan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pertambangan batu bara PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mengestimasi kenaikan volume produksi pada 2019 melampaui 5% year-on-year (yoy) dari target tahun ini sejumlah 25,54 juta ton.

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin menyampaikan, sampai akhir 2018 perusahaan masih mematok target produksi batu bara sejumlah 25,54 juta ton, naik 5% yoy dari sebelumnya 24,25 juta ton. Pada 2019, diperkirakan volume produksi meningkat di atas 5%.

“Sampai saat ini, panduan produksi 2018 masih sama, walaupun mungkin bisa lebih sedikit dari target. Pada 2019, pertumbuhan produksi akan lebih tinggi dari tahun ini yang sebesar 5%,” tuturnya, Rabu (14/11/2018).

Menurutnya, PTBA sedang mengonsolidasikan target operasional 2019 dengan induk usahanya, PT Inalum (Persero). Setelah itu, perusahaan akan mengajukan rencana kerja ke Kementerian ESDM.

Arviyan menyebutkan, peningkatan produksi akan disesuaikan dengan kapasitas pengangkutan kereta api dari lokasi tambang menuju pelabuhan. Per September 2018, volume produksi naik 16% yoy menjadi 19,68 juta ton dari sebelumnya 16,91 juta ton.

Adapun, volume angkutan batu bara dengan kereta api naik 7,54% yoy menuju 16,97 juta ton dari posisi per September 2017 sebesar 15,78 juta ton.

“Sebetulnya kami memiliki kemampuan produksi hingga 3 juta ton per bulan. Namun, volume produksi bergantung kepada kapasitas angkutan,” imbuhnya.

Pada Juli 2019, perusahaan bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menambah kapasitas angkutan jalur Tanjung Enim—Dermaga Kertapati, Palembang, menjadi 5 juta ton dari sebelumnya 3,7 juta ton.

Direktur Niaga PTBA Adib Ubaidillah menyampaikan, berdasarkan ketentuan Domestic Market Obligation (DMO), produsen batu bara dapat memperoleh kuota produksi pada 2019 sesuai dengan 4 kali realisasi penjualan ke pasar dalam negeri.

Jadi, dengan estimasi PTBA memenuhi penjualan di dalam negeri sejumlah 10 juta ton pada 2018, maka perseroan bisa mendapatkan kuota produksi pada 2019 sebesar 40 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, bukit asam, kinerja emiten

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup