KURS TENGAH 6 NOVEMBER: Menguat 81 Poin, Rupiah Pimpin Penguatan di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (5/11/2018) di level Rp14.891 per dolar AS, menguat 81 poin atau 0,54% dari posisi Rp14.972 pada Senin (5/11).
Aprianto Cahyo Nugroho | 06 November 2018 12:06 WIB
Seorang petugas bank memeriksa sejumlah uang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (5/11/2018) di level Rp14.891 per dolar AS, menguat 81 poin atau 0,54% dari posisi Rp14.972 pada Senin (5/11).

Kurs jual ditetapkan Rp14.965 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp15.817 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp148.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 120 poin atau 0,8% ke level Rp14.857 per dolar AS pada pukul 10.59 WIB.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka di zona hijau dengan penguatan 29 poin atau 0,19% ke Rp14.948, setelah ditutup melemah 22 poin atau 0,15% ke Rp14.977 pada perdagangan Senin (5/11).

Sepanjang hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.857-Rp14.948 per dolar AS.

Rupiah menguat paling tajam di antara mata uang lainnya di Asia, disusul peso Filipina yang terapresiasi 0,28%. Adapun mayoritas kurs lainnya melemah siang ini, dipimpin oleh ringgit Malaysia yang turun 0,43%.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,032 poin atau 0,03% ke level 96,51 pada pukul 11.16 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,046 poin atau 0,05% di level 96,325, setelah pada perdagangan Senin (5/11) berakhir melemah 0,27% atau 0,263 poin di posisi 96,279.

Dilansir Reuters, dolarAS bergerak dalam rentang sempit  karena investor menunggu pemilihan umum sela di AS hari ini.

Pemilu sela kongres AS secara luas diperkirakan mendorong Partai Demokrat, yang memiliki peluang kuat untuk memenangkan kendali DPR, sedangkan Partai Republik diperkirakan akan mempertahankan kursi di Senat.

"Pasar semakin memperkirakan kemungkinan kemenangan bagi Republik, bahkan di DPR," kata Masafumi Yamamoto, kepala analis valas Mizuho Securities, seperti dikutip Reuters.

Kemenangan Republik di kedua panel kemungkinan akan meningkatkan dolar AS, ungkap Yamamoto. Namun kenaikan tajam dalam imbal hasil obligasi Treasury AS setelah pemilihan dapat menyebabkan penjualan pasar saham AS.

"Jika akan ada aksi jual besar-besaran di pasar saham AS, maka saya pikir hal tersebut belum tentu positif untuk dolar," katanya.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

6 November

14.891

5 November

14.972

2 November

15.089

1 November

15.195

31 Oktober

15.227

SumberBank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bank indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top