Perbesar Jasa Manpower, Shield-On Service (SOSS) Siapkan Akuisisi

PT Shield-On Service Tbk. akan menggunakan sebagian dana hasil penawaran saham perdana (IPO) untuk mengakuisisi perusahaan jasa tenaga  kerja yaitu PT Human Resource Provider (HR Pro). Akuisisi tersebut akan memperbesar porsi pendapatan perseroan dari segmen penyedia jasa tenaga kerja.
Dara Aziliya | 06 November 2018 11:50 WIB
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Shield-On Service Tbk. akan menggunakan sebagian dana hasil penawaran saham perdana (IPO) untuk mengakuisisi perusahaan jasa tenaga  kerja yaitu PT Human Resource Provider (HR Pro). Akuisisi tersebut akan memperbesar porsi pendapatan perseroan dari segmen penyedia jasa tenaga kerja.

Berdasarkan informasi penggunaan dana IPO perseroan, emiten dengan sandi SOSS tersebut akan menganggarkan 20,61% dari dana IPO atau sekitar Rp8,5 miliar untuk mengakuisisi HR Pro. Perseroan mengantongi Rp41,25 miliar dari aksi IPO.

“Sebagian dana IPO akan kami gunakan untuk melakukan penyertaan pada perusahaan penyedia jasa tenaga kerja, merupakan perusahaan yang bergerak di bisnis yang sama dengan kami,” ungkap Direktur Keuangan Shield-On Service Prasetyo Wibowo di Jakarta, Selasa (6/11).

Prasetyo menyampaikan perseroan ingin fokus memperbesar bisnis tenaga kerja karena memiliki nilai tambah yang cukup tinggi.  Dengan mengakuisisi 50% saham pada HR Pro, perseroan akan mengantongi tambahan omzet Rp200 miliar—Rp300 miliar pada konsolidasi.

Oeh karena itu, Prasetyo menyebut pada tahun ini nilai penjualan perseroan akan terkerek hingga 50% setelah tahun-tahun berikutnya tumbuh 5%—10%. Setelah masuk ke konsolidasi, pendapatan perseroan pun akan kembali ke level tersebut.

Saat ini, porsi bisnis terbesar Shield-On Service  adalah pada sektor cleaning yaitu 51%, disusul lini manpower sebesar 16%, keamanan 29%, dan yang paling kecil adalah manajemen parkir yaitu sebesar 4%.

Ke depannya, perseroan akan memperbesar segmen manpower atau sumber daya manusia ke level 43%, cleaning di sekitar 34%, keamanan 20%, dan manajemen parkir sebesar 3%.

Prasetyo menyebut saat ini perseroan memegang beberapa klien yang kontribusinya cukup besar seperti Sinarmas, PT Kereta Api Indonesia (Persero), Railink, dan beberapa perusahaan jalan tol.

Pada Januari—April 2018, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp192 miliar, turun tipis dari periode sama tahun sebelumnya yang seesar Rp2-3 miliar. Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan revenue pada level Rp1 triliun.

Adapun, pada Januari—April 2018 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp4 miliar, dari hanya Rp300 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Pada 2018, perseroan mematok laba bersih tahun berjalan dapat menyentuh Rp20 miliar.

Tag : ipo, kinerja emiten
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top