Setelah IPO, Shield-On Service (SOSS) Bidik Pasar Luar Jawa

Emiten penyedia jasa keamanan, perawatan gedung, SDM, dan Manajemen Parkir PT Shield-On Service Tbk. membidik pasar luar Pulau Jawa setelah perseroan mengantongi dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO).
Dara Aziliya | 06 November 2018 11:41 WIB
Siluet pengunjung mengamati layar informasi IHSG, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (17/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten penyedia jasa keamanan, perawatan gedung, SDM, dan Manajemen Parkir PT Shield-On Service Tbk. membidik pasar luar Pulau Jawa setelah perseroan mengantongi dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO).

Beberapa daerah yang pasarnya akan diperkuat perusahaan yaitu Sumatra, Kalimantan, dan Bali. Saat ini, porsi pendapatan perseroan didominasi oleh Pulau Jawa sebesar 90%, sedangkan luar Jawa hanya menyumbang sekitar 10%.

Direktur Keuangan Shield-On Service Prasetyo Wibowo menyampaikan perseroan membidik pasar luar Jawa dapat berkontribusi sebesar 20% pada pendapatan 2019 mendatang. Porsi ini akan secara simultan  ditingkatkan.

“Pasar di Luar Jawa itu besar sekali. Kami harapkan dengan membuka pasar lebih luas, potensi market yang kita dapatkan bisa lebih besar lagi. Di luar Jawa kami sudah ada 10 cabang,” ungkap Prasetyo di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Prasetyo mencontohkan di Pulau Sumatra misalnya, perseroan telah memiliki operasional di Medan, Pekanbaru, dan Batam. Namun, beberapa daerah dinilai memiliki pasar yang menjanjikan seperti Lampung dan Palembang.

Adapun, perseroan melepas 150 juta saham dengan harga penawaran perdana Rp275, sehingga mengantongi dana hasil IPO sebesar Rp41,25 miliar.  Sebesar 71,23% dana tersebut akan digunakan untuk melunasi utang perseroan senilai Rp29,38 miliar pada AB Sinarmas Multifinance.

“Saat ini rasio DER kami sebenarnya sehat yaitu 1—2 kali. Dengan melunasi pinjaman ini, kami dapat menurunkan beban bunga dan menekan leverage, sehingga dampaknya akan baik margin profit kami. Kami harapkan DER bisa ke 0,5%,” ujar Prasetyo.

Sebesar 20,61% akan digunakan untuk penyertaan saham, sedangkan sisanya sebesar 8,16% digunakan untuk modal kerja.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top