Optimisme Perang Dagang Pudar, Harga Kedelai Anjlok Lagi

Harga kedelai di bursa Chicago tergelincir untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir karena optimisme akan adanya potensi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China yang memudar.
Mutiara Nabila | 05 November 2018 20:36 WIB
Petugas mengawasi bongkar muat kedelai impor dari Amerika, di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (10/10). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA – Harga kedelai di bursa Chicago tergelincir untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir karena optimisme akan adanya potensi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China yang memudar.

Presiden China Xi Jinping berencana menggugat praktik proteksionis pada perdagangan yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Sebelum turun, harga kedelai telah mencatatkan kenaikan mingguan terbesar pada penutupan perdagangan Jumat (2/11) hingga 3,5% karena Trump berencana akan membangun kesepakatan perdagangan baru dengan Xi pada pertemuan negara Group of 20 (G20) akhir bulan ini.

“Aturan dari pemerintahan Trump seperti ‘Hukum Rimba’. Kami akan melakukan pembalasan pada praktik perdagangan proteksionis yang dilakukan oleh AS,” ujar Xi, dikutip dari Bloomberg, Senin (5/11/2018).

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump berjanji akan memangkas tarif impor dan membuat negaranya terbuka untuk pasar global.

Dalam perdagangan komoditas biji-bijian, AS kalah dari Brasil dari segi ekspor karena perang dagang sudah membawa pergi pembeli kedelai dari China. Data bea cukai China menunjukkan bahwa perang dagang tersebut telah menjadi pukulan keras bagi perdagangan kedelai AS.

Ekspor kedelai ke China merosot lebih dari 80% pada September dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, sedangkan kargo dari Brasil melonjak lebih dari 30%. Data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengungkapkan posisi bearish kedelai bertambah.

Para manager keuangan sudah meningkatkan posisi bearish kedelai hingga 26.883 posisi jangka pendek menjadi total 71.305 kontrak dan opsi.

Pada perdagangan Senin (5/11) harga kedelai di bursa Chicago Board of Trade (CBOT) anjlok 4,50 poin atau 0,51% menjadi US$883,25 sen per bushel dan mencatatkan penurunan 8,51% sepanjang tahun berjalan.

Kemudian, harga jagung turun 1,50 poin atau 0,34% menjadi US$370 sen per bushel dan membukukan kenaikan harga 5,49% secara year-to-date (ytd). Sementara itu, harga gandum justru naik 1,50 poin atau 0,29% mejadi US$510,25 sen per bushel dan naik 19,50% ytd.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, kedelai

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top