Puradelta Lestari (DMAS) Raup Pendapatan Rp396 Miliar, Margin Laba Susut

Emiten pengembang kawasan industri PT Puradelta Lestari Tbk. membukukan pendapatan usaha sebesar Rp396 miliar untuk periode 30 September 2018.
Emanuel B. Caesario | 01 November 2018 11:45 WIB
Suasana Penawaran Umum Perdana Saham PT Puradelta Lestari Tbk di Jakarta, Kamis, (21/5). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pengembang kawasan industri PT Puradelta Lestari Tbk. membukukan pendapatan usaha sebesar Rp396 miliar untuk periode 30 September 2018.

Tondy Suwanto, Direktur Independen Puradelta Lestari, mengatakan segmen industri menjadi penyumbang utama pendapatan usaha perseroan, yaitu Rp313 miliar, atau sekitar 79,0% dari pendapatan usaha perseroan.

Adapun segmen hunian dan komersial masing-masing menyumbangkan pendapatan usaha sebesar Rp12 miliar dan Rp58 miliar, atau masing-masing sebesar Rp 3,0% dan 14,6% dari pendapatan usaha perseroan.

Sisanya disumbangkan dari segmen rental dan hotel yang menyumbang Rp13 miliar atau 3,4% terhadap pendapatan usaha perseroan.

Hingga saat ini, segmen industri masih menjadi tulang punggung usaha perseroan dalam mengembangkan kawasan terpadu Kota Deltamas.

Tondy menjelaskan bahwa di samping pendapatan usaha dari segmen industri yang telah dibukukan di periode 30 September 2018 sebesar Rp 313 miliar, perseroan masih memiliki sejumlah backlog penjualan atas lahan industri yang belum dibukukan.

“Backlog penjualan dengan luasan yang cukup signifikan akan dibukukan di kuartal empat tahun ini dan memberikan tambahan pendapatan usaha yang cukup besar,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (31/10/2018).

Saat ini permintaan akan lahan industri perseroan cukup tinggi, terutama dari pihak asing, hingga mencapai 100 hektare. Permintaan itu diharapkan dapat menambah penjualan pemasaran sekaligus pembukuan pendapatan usaha di kuartal empat tahun ini.

“Dengan demikian diharapkan bahwa pendapatan usaha pada akhir tahun 2018 jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan usaha yang diperoleh pada sembilan bulan pertama tahun 2018,” katanya.

Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp156 miliar dengan margin laba kotor sebesar 60,8%. Margin laba kotor tersebut lebih rendah dibandingkan marjin laba kotor di periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 63,3%.

Pasalnya, pada tahun 2018 perseroan membukukan penjualan atas lahan di zona industri yang baru dibuka dan dikembangkan, sehingga terjadi peningkatan beban pokok pendapatan.

Adapun, keuntungan dari kegiatan pengelolaan dan lain-lain meningkat dari Rp28 miliar di periode sembilan bulan pertama tahun 2017 menjadi Rp41 miliar di periode sembilan bulan pertama tahun 2018 seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan industri yang beroperasi.

Hal ini tentunya juga akan mengindikasikan peningkatan pendapatan berulang dari kegiatan pengelolaan ke depannya.

Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp175 miliar dengan margin laba bersih sebesar 44,1%. Marjin laba bersih tersebut lebih rendah dibandingkan margin laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 51,5%, seiring dengan menurunnya marjin laba kotor dan meningkatnya biaya umum dan administrasi.

Dari sisi fundamental, aset perseroan per 30 September 2018 tercatat Rp7,3 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan aset perseroan per 31 Desember 2017 sebesar Rp7,5 4triliun.

Hal ini terutama disebabkan penurunan kas dan setara kas setelah perseroan membayarkan dividen final sebesar Rp313 miliar kepada para pemegang saham pada bulan Mei 2018 lalu.

Perseroan sendiri telah membayarkan dividen tunai sebesar 95% dari laba bersih tahun buku 2017 kepada para pemegang sahamnya.

Tondy mengatakan, perseroan kini tidak memiliki utang. Dengan posisi kas bersih yang sehat, perseroan terus berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, hunian, dan komersial.

Tag : kinerja emiten, puradelta lestari
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top