Kinerja Apik, Saham Indofood (ICBP) Berpotensi ke Rp10.000

Kinerja apik PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) per September 2018 membuat sahamnya berpotensi menuju Rp10.000.
Hafiyyan | 31 Oktober 2018 21:20 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (23/8/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja apik PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) per September 2018 membuat sahamnya berpotensi menuju Rp10.000.

Per September 2018, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) membukukan laba bersih Rp2,81 triliun, turun 13,8% year-on-year (yoy) dari posisi Rp3,26 triliun. Adapun, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) mencatatkan laba bersih Rp3,48 triliun, naik 14,4% yoy dari sebelumnya Rp3,04 triliun

Analis FAC Sekuritas Wisnu Wibowo menyampaikan, kinerja INDF mengalami tekanan akibat segmen bisnis perkebunan. Untungnya, kontribusi segmen binis konsumsi dari ICBP menopang laba bersih perseroan.

“Kinerja INDF tidak terlalu bagus, tetapi ICBP justru yang cemerlang. Pertumbuhan laba ICBP sebesar 14,4% year-on-year melampaui estimasi kami sebesar 10%,” tuturnya saat dihubungi, Rabu (31/10/2018).

Per September 2018, laba bersih INDF malah turun 13,8% yoy, walaupun membaik dari semester I/2018 yang melesu 15% yoy.

Pada paruh pertama 2018, laba anak usahanya di sektor perkebunan, yakni PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) anjlok 84% yoy, yang kemudian sedikit membaik per September 2018 dengan penurunan 77% yoy.

Pada kuartal IV/2018, dia memperkirakan tren penjualan INDF meningkat, termasuk untuk pasar ekspor. Namun, fluktuasi kurs masih menjadi momok karena dapat mengerek beban pokok yang berasal dari produk impor.

“Harapannya, kenaikan penjualan ini lebih tinggi dampaknya dibandingkan dengan kenaikan beban akibat kurs,” imbuhnya.

Wisnu menyampaikan, harga CPO pun berpeluang meningkat sehingga dapat menaikkan kinerja SIMP. Namun, sektor agribisnis masih bisa menekan kinerja INDF, walaupun tidak sebesar kuartal-kuartal sebelumnya.

Dari sisi saham, dia melihat ICBP lebih menarik dibandingkan dengan INDF. Wisnu merekomendasikan beli terhadap saham ICBP dengan target harga Rp10.000-an sampai dengan akhir 2018.

Pada penutupan perdagangan Rabu (30/10/2018), saham INDF naik 275 poin atau 4,82% menjadi Rp5.975. Adapun, saham ICBP menguat 275 poin atau 3,18% menuju Rp8.925.

Sementara itu, analis Ciptadana Sekuritas Stella Amelinda menyampaikan, pertumbuhan pendapatan dan laba ICBP melampaui ekspektasi. Seluruh margin juga mencatatkan kenaikan. Gross Profit Margin, Operating Profit Margin and Net Profit Margin naik by 110 bps to 32.5% , 70 bps to 15.3% and 70bps to 11.8% .

“Terutama divisi instant noodle dan dairy yang mencatatkan pertumbuhan sales yang baik secara YoY dan QoQ, pertumbuhan EBIT secara yoy juga signifikan,” paparnya.

Sampai akhir 2018, Stella memprediksi pendapatan ICBP mencapai Rp38,7 triliun, dan laba bersih Rp4,75 triliun. Ciptadana pun memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp10.200.

Tag : indofood
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top