IPCC Optimistis Kinerja Kuartal IV/2018 Kian Positif

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. optimistis dapat membukukan kinerja finansial yang positif pada kuartal terakhir tahun ini, setelah membukukan kenaikan laba bersih 37,05% per kuartal sebelumnya.
Dara Aziliya | 26 Oktober 2018 08:44 WIB
Mobil Mitsubishi Xpander yang akan diekspor berada di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Rabu (25/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. optimistis dapat membukukan kinerja finansial yang positif pada kuartal terakhir tahun ini, setelah membukukan kenaikan laba bersih 37,05% per kuartal sebelumnya.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Indonesia Kendaraan Terminal Arif Isnawan menyampaikan pada tiga bulan terakhir 2018, kinerja perseroan akan semakin meningkat didukung oleh aktivitas ekspor impor kendaraan yang terus tumbuh.

“Selain karena faktor musiman di kuartal empat yang akan lebih tinggi dari periode sebelumnya, aktivitas ekspor impor kendaraan dan alat berat juga selalu meningkat pada akhir tahun. Selain itu, ada proses pengalihan throughput kendaraan yang sebelumnya dikelola oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok akan dikelola oleh Indonesia Kendaraan Terminal,” ungkapnya, Jumat (26/10/2018).

Arif menjelaskan pergeseran pengelolaan tersebut sesuai dengan kebijakan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II sebagai holding yang menerapkan kebijakan zonasi bisnis, baik berdasarkan area terminal maupun operator terminal, sehingga pelayanan terminal kendaraan yang semula dikelola oleh Pelabuhan Tanjung Priok mulai tahun ini akan beralih ke Indonesia Kendaraan Terminal.

Sementara itu, Direktur Operasi Indonesia Kendaraan Terminal Indra Hidayat Sani menyatakan perseroan membidik pertumbuhan organik dari ekspor otomotif nasional. Pasalnya, Agen Pemegang Merek (APM) gencar menyasar pasar-pasar baru.

“APM sangat agresif untuk meningkatkan penjualan ekspor mereka, termasuk supply pasar ekspor mobil ke Australia yang belum tersentuh. Sebagai satu-satunya dedicated terminal, kami siap menangkap peluang tersebut,” ujarnya.

Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal Chiefy A. Kusmargono sebelumnya menyebut emiten bersandi saham IPCC itu berambisi menjadi terminal kendaraan terbesar di Asean dan 10 besar dunia dalam 4 tahun ke depan.

“Terlebih, apabila dukungan dari pemerintah yang mendorong iklim investasi bagi produsen mobil di sekitar Patimban, mengingat pertumbuhan ekspor CAGR dalam 10 tahun terakhir mencapai 15%, dengan komposisi ekspor 60% sejak tahun lalu lebih besar daripada impor 40%,” sebutnya.

Tag : kinerja emiten, indonesia kendaraan terminal
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top