Pertumbuhan Pengiriman Mobil Kerek Kinerja IPCC

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. membukukan pendapatan sebesar Rp383,8 miliar hingga periode yang berakhir pada 30 September 2018, meningkat 27,17% secara year-on-year (yoy) yang sebesar Rp301,78 miliar.
Dara Aziliya | 26 Oktober 2018 08:38 WIB
Mobil diparkir di kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di Jakarta, Rabu (12/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. membukukan pendapatan sebesar Rp383,8 miliar hingga periode yang berakhir pada 30 September 2018, meningkat 27,17% secara year-on-year (yoy) yang sebesar Rp301,78 miliar.

Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal Chiefy Adi Kusmargono menyampaikan kenaikan pendapatan persroan tersebut berasal dari pertumbuhan volume mobil utuh sebesar 117,5% menjadi 305 unit, alat berat yang melonjak 375% menjadi 69.458 unit, dan suku cadang yang naik 123,9% menjadi 76.628 meter kubik.

“Pada tahun ini, Agen Pemegang Merek (APM) menggenjot pertumbuhan ekspor produknya. Sebagai dampaknya, throughput kami ikut bertumbuh. Begitu juga dengan alat berat yang akan tumbuh masif karena kebutuhan infrastruktur serta perbaikan harga komoditas,” ungkapnya melalui keterangan resmi, Jumat (26/10/2018).

Chiefy mencatat pada tahun ini Mitsubishi menargetkan hingga 45.000 unit untuk ekspor perdana Expander, Toyota Motor Manufacturing Indonesia menargetkan ekspor naik 10% menjadi 217.000 unit, sedangkan Suzuki menargetkan ekspor 50.000 unit.

Pada semester I/2018, ekspor Suzuki sudah mencapai 63% dari target, sedangkan ekspor Daihatsu diperkirakan tumbuh lebih dari 40%.

Selain dari ekspor kendaraan, emiten dengan sandi IPCC tersebut juga optimistis kinerja kian positif karena aktivitas pembangunan infrastruktur, konstruksi, dan pertambangan, di mana kegiatan tersebut banyak memggunakan pengangkutan alat berat.

Alhasil, entitas anak PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) tersebut mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp146,63 miliar hingga September 2018, meningkat 37,05% yoy dari sebelumnya Rp106,98 miliar.

Direktur Keuangan dan SDM Indonesia Kendaraan Terminal Sugeng Mulyadi menyampaikan kondisi keuangan perseroan diperkuat dengan masuknya dana hasil Initial Public Offering (IPO). Dana IPO tersebut digunakan perseroan untuk belanja modal dan modal kerja guna meningkatkan kinerja perseroan.

“Pertumbuhan usaha perseroan tidak hanya bertumpu pada bisnis organik tapi juga penambahan pendapatan dari bisnis non organik,” terangnya.

Per September 2018, total luas lahan yang dikelola perseroan sebesar 34,9 hektare (ha) atau bertambah 3,9 ha dibandingkan posisi akhir 2017 yang seluas 31 ha.  Secara bertahap hingga 2022, perseroan menargetkan mengelola lahan seluas 89,5 ha dengan kapasitas 2,1 juta unit kendaraan atau naik 3 kali lipat dari saat ini 700.000 unit.

Sugeng menyebutkan perseroan telah menyelesaikan perjanjian sewa 5 tahun untuk lahan 26,6 ha kepada Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II untuk meningkatkan jaminan bisnis ke depan.

Perseroan dipastikan mendapatkan manfaat keuangan berupa uang sewa yang menjadi lebih murah. Biaya sewa lahan mengambil komposisi biaya yang dominan dalam bisnis IPCC, yakni mencapai 32% dari harga pokok penjualan.

Harga saham IPCC tercatat menguat 13,55% atau 210 poin ke level Rp1.760 pada penutupan perdagangan Kamis (25/10).
 

Tag : kinerja emiten, indonesia kendaraan terminal
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top