Hingga September 2018, Fast Food Indonesia (FAST) Catat Pertumbuhan Penjualan 13%

Emiten restoran PT Fast Food Indonesia Tbk. mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga 13% year on year atau sekitar Rp4,39 triliun per September 2018.
Novita Sari Simamora | 25 Oktober 2018 22:41 WIB
KFC - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten restoran PT Fast Food Indonesia Tbk. mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga 13% year on year atau sekitar Rp4,39 triliun per September 2018.

Direktur Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono mengatakan, peningkatan penjualan sejalan dengan ekspansi yang dilakukan perseroan. Sebagai informasi, penjualan perseroan hingga September 2017 senilai Rp3,89 triliun, atau naik 9,2% dari posisi Rp3,56 triliun pada periode yang sama tahun  sebelumnya.

Dengan demikian, peningkatan penjualan emiten berkode saham FAST pada September 2018 lebih tinggi dibandingkan dengan September 2017. "[Peningkatan penjualan] hingga September 2018 sekitar 13%," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (25/10/2018).

FAST memproyeksikan penjualan senilai Rp6,16 triliun, atau tumbuh 13,4% year on year. Dia mengatakan, realisasi penjualan perseroan masih sejalan dengan target yang ditetapkan.

Dalam laporan keuangan Juni 2018, nilai pendapatan yang dibukukan FAST mencapai Rp2,96 triliun, atau sekitar 48% dari total penjualan tahun ini.

Dari sisi geografis, penjualan KFC di Jakarta tercatat paling tinggi hingg Rp1,12 triliun, lalu disusul Makassar Rp329,94 miliar, Bandung Rp227,54 miliar, Palembang Rp210,89 miliar, Medan Rp181,93 miliar dan wilayah lainnya sekitar Rp893,76 miliar.

FAST mengalokasi belanja modal untuk satu gerai sekitar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Pembukan gerai KFC pada tahun ini akan mengarah pada Kawasan Timur Indonesia dan menjangkau daerah lapis dua di Pulau Jawa.
 

Tag : kinerja emiten, fast food indonesia
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top