Kekeringan Bikin Produksi Gandum Australia Anjlok

Kekeringan di wilayah Timur dan cuaca dingin yang merusak tanaman di Barat akan membuat ekspor gandum dari Australia, terbesar dari wilayah Utara, akan menyusut ke titik terendah sejak 2007 – 2008.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Oktober 2018  |  20:33 WIB
Kekeringan Bikin Produksi Gandum Australia Anjlok
Ilustrasi. - JIBI/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kekeringan di wilayah Timur dan cuaca dingin yang merusak tanaman di Barat akan membuat ekspor gandum dari Australia, terbesar dari wilayah Utara, akan menyusut ke titik terendah sejak 2007 – 2008.

Perkiraan yang dilaporkan oleh Rabobank International menunjukkan bahwa ekspor gandum dari Australia hanya akan mencapai 8,6 juta ton pada tahun panen 2018 – 2019, terpicu oleh penurunan produksi gandum nasional hingga 20%.

Prediksi tersebut turun jauh dari perkiraan mencapai 12 juta ton yang diperkirakan oleh Departemen Pertanian AS (USDA) pada pekan lalu yang turut menghitung adanya kenaikan permintaan untuk bahan pakan ternak dari peternak lokal Australia.

Analis Rabobank Carlos Mera mengatakan bahwa Australia akan segera mencatatkan panen gandum paling sedikit dalam 10 tahun, dengan musim hujan yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan tidak mampu menyelamatkan hasil panen.

“Adanya ekspektasi panen besar di Australia Barat juga akan tertahan karena adanya musim kering dan dingin yang membekukan dan merusak tanaman gandum. Hal itu membuat harga gandum lokal di Australia melonjak tiga kali lipat dari harga gandum di Chicago,” ujarnya, dilansir dari Bloomberg, Selasa (23/10/2018).

Pada Selasa (23/10) harga gandum di Chicago Board of Trade (CBOT) mengalami kenaikan 1,25 poin atau 0,25% menjadi US$509,25 sen per bushel dan mencatatkan kenaikan harga lebih dari 18,85% secara year-to-date (ytd).

Kemungkinan, setelah ini Australia juga akan kehilangan predikatnya sebagai pengekspor utama ke Argentina untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

“Pukulan bagi kapasitas ekspor Australia menjadi kekhawatiran terbesar selain prospek panen yang berkurang,” kata Wes Lefroy, analis Rabobank. Menurutnya hal itu akan semakin menekan pasar Australia di Asia Tenggara dan membuka jalan bagi pemasok dari Laut Hitam dan Argentina untuk menggantikan pasokan dari Australia.

Kemudian, laporan Rabobank juga menyebutkan, kenaikan permintaan gandum untuk bahan pakan ternak setelah selama dua musim mengalami kekeringan membuat pasokan gandum di Australia kemungkinan akan segera habis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, gandum

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top