Tempuh IPO, Shield-On Services Incar Rp41 Miliar

Emiten penyedia jasa keamanan, sumber daya manusia, dan manajemen parkir, PT Shield-On Services Tbk. berencana melepas sebanyak-banyaknya 150 juta lembar melalui penawaran umum perdana saham (IPO).
Dara Aziliya | 10 Oktober 2018 20:48 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten penyedia jasa keamanan, sumber daya manusia, dan manajemen parkir, PT Shield-On Services Tbk. berencana melepas sebanyak-banyaknya 150 juta lembar melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Volume tersebut setara dengan 23,08% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penwaran umum perdana saham. Dengan rentang harga penawaran Rp250—Rp275, perseroan berpeluang meraup dana segar Rp37,5 miliar—Rp41,25 miliar.

Direktur Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli menyampaikan perseroan akan menggunakan sebagian besar dana tersebut untuk pelunasan utang dan penyertaan saham pada anak usaha, serta tambahan modal kerja Shield-On Service.

“[Targetnya] sekitar Rp40 miliar. Untuk investor strategisnya kami masih mencari, karena ke depannya perusahaan ini mau mengembangkan bisnis lebih luas lagi. Tapi sejauh ini belum ada,” ungkap Kerry usai Due Dilligence Meeting di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/10).

Kerry menjelaskan, di ranah nasional, belum banyak pemain di sektor ketenagakerjaan seperti yang ditekuni Shield-On Service, tetapi telah ada pemain asing yang mencicipi pasar domestik. Untuk itu, peluang pengembangan bisnis perseroan sangat terbuka.

Dengan rentang harga penawaran Rp250—Rp275 tersebut, perseroan menawarkan rasio PE sebesar 8,9 kali pada tahun ini, dan 6,3 kali pada tahun depan. Sinarmas Sekuritas merupakan satu-satunya penjamin pelaksana emisi efek perseroan.

Selain melepas 150 juta saham, perseroan juga akan melepas 150 juta waran dengan perbandingan komposisi saham dan waran 1:1.

Secara detail, Shield-On Service akan mengalokasikan 71,23% dana hasil IPO untuk pelunasan utang AB Simas, sebesar 20,61% untuk penyertaan saham pada entitas anak yaitu HR PRO, sedangkan sisanya sebesar 8,16% akan digunakan untuk modal kerja.

Saat ini, porsi bisnis terbesar Shield-On Service adalah pada sektor cleaning yaitu 51%, disusul lini manpower sebesar 16%, keamanan 29%, dan yang paling kecil adalah manajemen parkir yaitu sebesar 4%.

Ke depannya, perseroan akan memperbesar segmen manpower atau sumber daya manusia ke level 43%, cleaning di sekitar 34%, keamanan 20%, dan manajemen parkir sebesar 3%.

Direktur Utama Shield-On Service Herman Julianto mengatakan sebagai perusahaan integrated corporate terbesar nasional, perseroan memiliki visi untuk fokus mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia.

“Kami memiliki fasilitas penunjang seperti training center dan customer relation yang telah mengelola seluruh segmentasi pasar mula dari Rumah Sakit, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, pabrik, jalan tol, pergudangan, dan perkantoran,” kata Herman.

Pada Januari—April 2018, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp192 miliar, turun tipis dari periode sama tahun sebelumnya yang seesar Rp2-3 miliar. Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan revenue di level Rp662 miliar, naik 6,7% dibandingkan dengan 2017.

Adapun, pada Januari—April 2018 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp4 miliar, dari hanya Rp300 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Pada 2018, perseroan mematok laba bersih tahun berjalan dapat menyentuh Rp20 miliar.

Tag : ipo, Aksi Korporasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top