IHSG Sukses Rebound saat Bursa Asia Rontok

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan reboundnya dan berakhir menguat di zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Senin (8/10/2018), setelah mengalami pukulan telak sepanjang pekan lalu.
Renat Sofie Andriani | 08 Oktober 2018 17:30 WIB
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham, di Jakarta, Senin (10/9/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan rebound-nya dan berakhir menguat di zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Senin (8/10/2018), setelah mengalami pukulan telak sepanjang pekan lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG rebound dengan ditutup menguat 0,51% atau 29,14 poin di level 5.761,07. Padahal, indeks sempat melanjutkan pelemahannya saat dibuka turun tipis 0,06% atau 3,24 poin di posisi 5.728,70 pagi tadi.

Namun, IHSG mampu rebound di awal perdagangan dan mempertahankannya hingga ditutup. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.728,64-5.794,43.

Rebound IHSG sekaligus mengakhiri pelemahan yang dialami lima hari perdagangan beruntun sebelumnya dengan penurunan sebesar 4,1%. Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (5/10), IHSG berakhir melemah 0,43% di posisi 5.731,93.

Sektor konsumer (+2,13%) dan industri dasar (+0,56%) memimpin kenaikan di antara empat sektor mendorong pergerakan IHSG di akhir perdagangan, sedangkan sektor properti cenderung stagnan, dan empat sektor lainnya, dipimpin aneka industri yang melemah 1,15%, terkoreksi di zona merah.

Dari 606 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 167 saham menguat, 216 saham melemah, dan 223 saham stagnan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang naik 3,57% menjadi pendorong utama terhadap rebound IHSG, diikuti saham HMSP (+2,67%), BBCA (+1,74%), dan GGRM (+4,21%).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berhasil rebound dengan berakhir naik 0,22% atau 1,09 poin di level 499,87, mematahkan pelemahan yang dibukukan lima hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Sebaliknya, indeks saham lainnya di Asia terpantau tertekan di wilayah negatif sore ini, dengan indeks SE Thailand (-1,20%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,08%), indeks PSEi Filipina (-0,39%), dan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,86%).

Indeks Kospi Korea Selatan ditutup turun 0,60%, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China berakhir anjlok 3,72% dan 4,30% masing-masing, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong ditutup melorot 1,39%.

Secara keseluruhan, bursa Asia melemah untuk perdagangan hari keenam berturut-turut saat bursa saham China anjlok terseret penurunan global yang diakibatkan kenaikan imbal hasil Treasury AS dan penurunan saham teknologi setelah libur selama sepekan.

Indeks MSCI Asia, selain Jepang, turun 1,3% ke posisi 494,44 pada pukul 4.28 sore waktu Hong Kong, menuju level penutupan terendah dalam hampir 17 bulan.

Pasar saham China anjlok pada perdagangan hari ini, setelah aktivitas perdagangan dimulai kembali pascalibur panjang. Padahal, pemerintah Tiongkok baru saja melancarkan langkah memangkas rasio cadangan wajib (RRR) demi menopang perekonomian.

Bursa saham Asia turun 3,4% pekan lalu saat imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam tujuh tahun, sekaligus meningkatkan kekhawatiran kebijakan moneter yang lebih ketat dari perkiraan.

Adapun indeks Teknologi Informasi Asia Pasifik MSCI AC turun ke level terendahnya dalam 15 bulan menyusul laporan Bloomberg News bahwa China telah menyusupkan perusahaan-perusahaan Amerika dengan peretasan perangkat keras.

“Kenaikan pada imbal hasil AS dan pelemahan pada saham teknologi AS di tengah kekhawatiran regulator merembes masuk ke dalam pasar ekuitas Asia,” ujar Nader Naeimi, head of dynamic markets di AMP Capital Investors Ltd., seperti dikutip Bloomberg.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

UNVR

+3,57

HMSP

+2,67

BBCA

+1,74

GGRM

+4,21

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

ASII

-1,44

BMRI

-1,20

UNTR

-1,61

ADRO

-3,31

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top