Kelola Mina Laut (KML) Group Batal IPO Tahun Ini

Setelah sempat menjadwal ulang beberapa kali, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan pemasaran ikan, PT Kelola Mina Laut (KML) Group akhirnya memutuskan untuk membatalkan initial public offering (IPO).
Tegar Arief | 04 Oktober 2018 16:30 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah sempat menjadwal ulang beberapa kali, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan pemasaran ikan, PT Kelola Mina Laut (KML) Group akhirnya memutuskan untuk membatalkan initial public offering (IPO).

Presiden Direktur PT Kelola Mina Laut Mohammad Nadjikh menjelaskan, keputusan itu diambil setelah perseroan melakukan analisa mendalam terkait dampak dari tingginya volatilitas pasar saham.

"Kami menunda IPO karena kondisi bursa masih gionjang-ganjing. Penundaan sampai kapan, kami belum bisa tentukan karena ini tergantung timing," kata dia saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (4/10/2018).

Ada beberapa kekhawatiran perusahaan tersebut sehingga memutuskan untuk menunda IPO, antara lain adalah daya serap pasar dan stabilitas harga saham saat sudah diperdagangkan di pasar sekunder.

Kata dia, tujuan perseroan melantai di pasar modal tidak semata menghimpun dana melainkan juga untuk menjadi perusahaaan dengan manajemen lebih profesional, tata kelola yang transparan, dan lebih memiliki reputasi.

"Tujuan kami itu, jadi tidak hanya mencari uang. Kalau dipaksakan namanya market kan tidak ada yang tahu. Saham blue chip saja bisa tertekan apalagi yang saham kelas menengah bawah," keluhnya.

Sejauh ini, Nadjikh belum bisa memastikan penundaan ini sampai kapan. Yang pasti, kata dia, perusahaan telah siap dari sisi teknis dan administrasi. Termasuk, kesiapan untuk menjalani proses untuk menjadi perusahaan terbuka.

"Ini hanya masalah timing saja. Semua proses dan tahapan sudah kami siapkan. Kami cari momentum kondisi pasar bagus dulu," tegasnya.

Niat IPO KML Group disampaikan kepada otoritas pasar modal pada awal tahun ini. Rencana awal, IPO akan dilakukan pada semester I/2018. Kemudian perseroan menunda realisasi IPO pada paruh kedua tahun ini sebelum akhirnya dibatalkan.

Perusahaan yang berkantor pusat di Gresik, Jawa Timur ini merupakan salah satu pemain utama industri pengolahan komoditas laut. Aset yang dimiliki oleh perusahaan lebih dari Rp1 triliun, dengan jumlah pabrik sebanyak 56 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.

KML memiliki kapasitas produksi per ikan beku dan Cephalopoda sebanyak 35.000 ton per tahun, udang beku 10.000 ton per tahun, daging kepiting 3.000 ton. surimi beku 30.000 ton, produk berbasis surimi 25.000 ton, sayuran beku 25.000 ton, produk makanan dan minuman siap saji sebanyak 2.000 ton, serta daging sapi dan unggas 5.000 ton per tahun.

Sebagian besar hasil produksi dipasarkan di luar negeri yang meliputi kawasan Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang. "Produk kami 85% diekspor, dan sisanya 15% dipasarkan di dalam negeri," ujar Nadjikh.

Dia menjelaskan, rencana penjualan saham ini dilakukan untuk melakukan ekspansi, baik dari sisi penyediaan bahan baku, pengolahan, maupun pemasaran. Untuk penyediaan bahan baku saat ini perusahaan telah memiliki sebanyak 20 unit kapal tangkap dan ditargetkan akan meningkat menjadi 35 unit pada akhir tahun ini.

Dari tahun ke tahun, kata dia, pertumbuhan kinerja perusahaan mencapai 20%. Untuk tahun ini target yang dipatok lebih dari 20% sejalan dengan ekspansi yang dilakukan, baik untuk memperluas pasar di dalam negeri maupun ekspor.

Tag : ipo
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top