Valbury Sekuritas Indonesia: IHSG Ditekan Sejumlah Sentimen Negatif

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG sulit berbalik ke zona hijau, karena sentimen kenaikan harga minyak dan memanasnya perang dagang AS dengan Cina serta sikap Korea Utara tidak akan melakukan denuklirisasi, menjadi sentimen yang masih menyulitkan bagi IHSG untuk melaju ke zona hijau hari ini.
Mia Chitra Dinisari | 03 Oktober 2018 09:18 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (23/8/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG sulit berbalik ke zona hijau, karena sentimen kenaikan harga minyak dan memanasnya perang dagang AS dengan Cina serta sikap Korea Utara tidak akan melakukan denuklirisasi, menjadi sentimen yang masih menyulitkan bagi IHSG untuk melaju ke zona hijau hari ini.

Tim analis Valbury memperkirakan hari ini IHSG akan bergerak di level Support 5.840/5.805/5.746 dan Resistance Level 5.934/5.992/6.028.

Berikut sentimen penggerak IHSG hari ini

Sentimen pasar dari dalam negeri: 
Ekspor sejumlah produk penunjang infrastruktur sepanjang Januari-Agustus 2018 mencatatkan kenaikan. Ekspor untuk produk penunjang infrastruktur ini menjadi kabar baik, terlebih setelah pemerintah menunda sejumlah proyek strategis nasionalnya. Keberlangsungan ekspor produk penunjang infrastruktur akan mempermudah memperoleh devisa.

Dalam menjaga stabilitas rupiah untuk mengurangi belanja Pertamina terutama BBM ekspor yang membutuhkan dolar AS cukup besar, diharapkan dengan mandatori Biodiesel B20 menjadi langkah strategis mendorong ekspor dan menekan impor agar defisit neraca berjalan segera pulih. Kebijakan itu digunakan untuk menyehatkan neraca pembayaran yang dalam waktu dekat defisit neraca perdagangan dapat dikurangi

Kendati pemerintah tengah berupaya agar devisa bertambah, namun pelemahan atas rupiah tetap mengancam. Kurs rupiah yang diperdagangan pada Selasa tembus level Rp15.000 per dolar AS  kondisi tersebut merupakan pertama kali terjadi sejak 1998 di tengah kekhawatiran investor global terhadap prospek aset di negara-negara emerging market serta naiknya harga minyak. Upaya BI menaikkan suku bunga acuan secara konsisten belum mampu menahan pelemahan rupiah. Padahal BI sudah menaikkan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak lima kali pada tahun ini sejak Mei 2018.

Sentimen pasar dari luar negeri : 
Dari ekternal, kesepakatan perdagangan baru yang dibuat oleh AS, Meksiko, dan Kanada untuk menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) mencapai kemajuan. Berbeda pembicaran AS dengan Cina tentang perdagangan tidak mengalami kemajuan. Presiden Trump menyatakan tidak puas dengan kemajuan pembicaraan perdagangan dengan Cina. Hubungan AS dengan Cina semakin memanas, menyusul pembatalan kunjungan Menteri Pertahanan James Mattis ke Cina akhir bulan ini. Pembatalan itu terjadi setelah kapal AS, USS Wasp, ditolak berlabuh di Hong Kong yang diduga adanya keterlibatan dengan komandan angkatan laut Cina.

Ketegang AS bukan saja dengan Cina, tetapi dengan Korea Utara yang bersikap tidak akan melakukan denuklirisasi selama AS tidak melakukan tindakan yang tepat. Menurut pemerintah Korea Utara, karena AS tidak melepaskan sanksi ekonominya kepada Korut sampai negara itu benar-benar melakukan denuklirisasi fasilitas-fasilitasnya.

Berikut rekomendasi saham Valbury Sekuritas Indonesia

PGAS: Trading Buy
• Close 2280, TP 2360
• Boleh buy di level 2210-2280
• Resistance di 2360 & support di 2210
• Waspadai jika tembus di 2210
• Batasi resiko di 2180

GGRM: Trading Buy
• Close 74300, TP 74750
• Boleh buy di level  73525-74300
• Resistance di 74750 & support di 73525
• Waspadai jika tembus di 73525
• Batasi resiko di 73300

ICBP : Trading Buy
• Close 8950, TP 9000
• Boleh buy di level  8850-8950
• Resistance di 9000 & support di 8850
• Waspadai jika tembus di 8850
• Batasi resiko di 8825

SMGR:  Trading Buy
• Close 9025, TP 9500
• Boleh buy di level  8775-9025
• Resistance di 9500 & support di 8775
• Waspadai jika tembus di 8775
• Batasi resiko di 8700

INTP:  Trading Buy
• Close 16825, TP 17550
• Boleh buy di level  16475-16825
• Resistance di 17550 & support di 16475
• Waspadai jika tembus di 16475
• Batasi resiko di 16300

PNBN:  Trading Buy
• Close 1000, TP 1035
• Boleh buy di level  955-1000
• Resistance di 1035 & support di 955
• Waspadai jika tembus di 955
• Batasi resiko di 945

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top