Produk Reksa Dana Pasar Uang Syariah Kian Marak

Produk reksa dana syariah berbasis pasar uang kian marak. Baru-baru ini, banyak manajer investasi yang menghadirkan reksa dana pasar uang untuk konsumen syariah.
Tegar Arief | 27 September 2018 19:03 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Produk reksa dana syariah berbasis pasar uang kian marak. Baru-baru ini, banyak manajer investasi yang menghadirkan reksa dana pasar uang untuk konsumen syariah.

Produk ini diklaim menjadi pilihan tepat bagi investor di tengah tingginya volatilitas pasar saham dan negatifnya kinerja reksa dana pendapatan tetap, yang menggunakan aset dasar obligasi.

PT Sucorinvest Asset Management misalnya, yang meluncurkan Sucorinvest Sharia Money Market Fund. Produk ini dibuat agar dapat memberikan pertumbuhan niliai investasi dan memberikan tingkat likuiditas yang tinggi.

"Ini sudah mendapat izin efektif dari OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan kami luncurkan kemungkinan sepekan ke depan," kata Direktur Utama PT Sucorinvest Asset Management Jemmy Paul Wawointana, Kamis (27/9/2018).

Kendati belum resmi dirilis, perseroan telah mengantongi komitmen untuk produk ini. Sejauh ini, dana komitmen yang telah dikantongi mencapai Rp10 miliar. Adapun, target yang dipatok perseroan adalah Rp50 miliar hingga akhir tahun.

Sebagai upaya untuk meningkatkan dana kelolaan, perseroan akan memasarkan produk ini melalui media dalam jaringan (daring). Namun kata Jemmy, pemasaran melalui platform online tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Sebab, perseroan harus memenuhi syarat tertentu, yakni di antaranya usia produk serta batas dana kelolaan. "Sebelum ke online kami masuk lewat ritel di cabang kami dan perbankan. Kami akan menyasar investor ritel juga," ujarnya.

Reksa dana sejenis juga telah diluncurkan oleh PT Panin Asset Management. Beberapa waktu lalu perseroan menghadirkan reksa dana pasar uang syariah yakni Panin Dana Likuid. Kinerja produk ini juga bisa dibilang cukup positif.

Dari data Infovesta Utama, kinerja Panin Dana Likuid sepanjang tahun berjalan per akhir Agustus lalu mencapai 2,97%. Namun sejauh ini perseroan masih belum berencana untuk menambah portofolio produk syariah.

"Permintaan di kami kebetulan belum terlalu banyak," kata Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto.

Selain Sucorinvest dan Panin, PT Manulife Asset Management Indonesia juga meramaikan pasar reksa dana syariah pasar uang dengan menghadirkan Manulife Dana Kas Syariah.

Produk ini diklaim memiliki sejumlah unggulan, diantaranya terjangkau karena minimum investasi yang hanya Rp10.000, dikelola sesuai dengan prinsip syariah, bebas biaya pembelian dan pencairan investasi.

"Selain itu produk ini juga memiliki tingkat fluktuasi yang rendah," kata Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur PT Manulife Aset Management Indonesia.

Menurutnya, produk ini sesuai dengan tiga tipe investor. Pertama, investor pemula yang baru belajar mengenal investasi reksa dana. Dengan fluktuasi yang rendah, kata dia, investor pemula tidak perlu was-was terhadap dana investasinya.

Kedua, produk ini juga sesuai dengan kebutuhan investor jangka pendek. Dengan pergerakan yang lebih stabil dibandingkan reksa dana jenis lain, produk ini ideal untuk dijadikan sebagai wadah pengembangan dana dalam jangka pendek.

Ketiga, bagi investor yang berpengalaman produk ini dapat dijadikan sebagai pelengkap investasi saham syariah.  Di saat pasar sedang bergejolak, investor dapat mengalihkan sementara investasi saham syariahnya ke Manulife Dana Kas Syariah.

"Hal ini umumnya dilakukan untuk mengurangi tingkat fluktuasi, namun tetap mendapatkan potensi pertumbuhan dana. Jadi untuk sementara kami ajak investor untuk masuk ke reksa dana ini," ujarnya.

Tag : syariah, reksa dana
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top