KURS TENGAH 26 SEPTEMBER: Melemah 45 Poin, Pergerakan Kurs di Asia Variatif

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (26/9/2018) di Rp14.938 per dolar AS, melemah 45 poin atau 0,30% dari posisi Rp14.893 pada Selasa (25/9/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 26 September 2018 11:32 WIB
Perbandingan kurs rupiah tahun 1998, 2008, dan 2018. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (26/9/2018) di Rp14.938 per dolar AS, melemah 45 poin atau 0,30% dari posisi Rp14.893 pada Selasa (25/9/2018).

Kurs jual ditetapkan Rp15.013 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.863 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp150.

Di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 17 poin atau 0,12% ke level Rp14.935 per dolar AS pada pukul 11.01 WIB.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 26 poin atau 0,17% di level Rp14.944 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Selasa (25/9/2018), rupiah berakhir terdepresiasi 52 poin atau 0,35% di posisi Rp14.918 per dolar AS.

Rupiah melemah di saat mata uang lainnya di kawasan Asia cenderung bergerak vartiatif, dengan pelemahan terbesar dialami baht Thailand yuang melemah 0,15%. Adapun won Korea Selatan menguat paling tajam sebesar 0,25%.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau menguat 0,005 poin atau 0,01% ke level 94,138 pada pukul 11.06 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,03% atau 0,031 poin ke level 94,164, setelah pada perdagangan Selasa kemarin ditutup melemah 0,06% atau 0,052 poin di posisi 94,133.

Dilansir Reuters, dolar cenderung terjebak pada kisaran sempit karena investor menunggu isyarat kebijakan dari Federal Reserve, yang secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan.

Investor juga menyaksikan pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di New York pada Rabu untuk melihat apakah kedua negara membuat kemajuan mengenai kesepakatan perdagangan bilateral setelah melewati negosiasi perdagangan.

Pasar global telah berfluktuasi dalam beberapa bulan terakhir karena perselisihan perdagangan China-AS yang meningkat memicu ketidakpastian prospek pertumbuhan global dan kebijakan moneter yang lebih luas untuk beberapa ekonomi pasar negara maju dan emerging market.

"Dalam sengketa perdagangan, China dan Amerika Serikat tidak membuat kemajuan nyata dalam negosiasi langsung," kata Kumiko Ishikawa, analis senior di Sony Financial Holdings,seperti dikutip Reuters.

 Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

26 September

14.938

25 September

14.893

24 September

14.865

21 September

14.824

20 September

14.839

SumberBank Indonesia

Tag : kurs tengah bank indonesia
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top