Separuh Investor Pasar Modal Indonesia Adalah Generasi Milenial

Meskipun jumlah investor pasar modal di Indonesia masih kecil, tetapi setengahnya merupakan kelompok milenial.
Feri Kristianto | 22 September 2018 07:10 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, DENPASAR -- Meskipun jumlah investor pasar modal di Indonesia masih kecil, tetapi setengahnya merupakan kelompok milenial.
 
Kepala Eksekutif Hukum dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tirta Segara mengungkapkan saat ini jumlah investor baru 1,4 juta orang. Namun, besarnya kelompok milenial yang terlibat merupakan kabar bagus.
 
"Jumlah investor di Indonesia masih relatif kecil, kurang dari 1% dari penduduk. Baru 1,4 juta investor tetapi kira-kira setengahnya kelompok milenial, jadi banyak kelompok ini mulai investasi," jelasnya di Denpasar, Jumat (21/9/2018). 
 
OJK mendorong semakin banyak generasi milenial untuk berinvestasi di pasar modal. Tirta menyarankan generasi muda untuk banyak belajar sehingga tidak terjebak investasi bodong.
 
Regulator juga mendorong agar investasi di pasar modal bersifat jangka panjang dan bukan hanya jangka pendek. OJK menyatakan akan berupaya memenuhi kebutuhan informasi tentang pasar modal supaya masyarakat tidak terjebak investasi bodong yang mengiming-imingi imbal hasil tinggi.
 
"Kendalanya adalah tingkat literasi masih rendah, bahwa saham karakteristiknya seperti apa dan saham mana karena harga bermacam-macam. Jadi, ini kendala literasi masih rendah," tuturnya.
 
Tirta mengharapkan kehadiran galeri Bursa Efek Indonesia (BEI) di kampus-kampus akan mendorong peningkatan jumlah investor generasi milenial. Galeri ini diyakini juga dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap produk pasar modal.

Tag : investor saham, generasi milenial
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top