Mirae Asset Sekuritas: Merespons Data Lowongan Kerja AS, Harga SUN Cenderung Melemah

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder pada Rabu (12/9/2018) akan melemah terbatas didorong oleh meningkatnya yield US Treasury pascarilis data lowongan pekerjaan AS dan jelang lelang SUN hari ini.
Emanuel B. Caesario | 12 September 2018 09:40 WIB
Ilustrasi Surat Utang Negara - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder pada Rabu (12/9/2018) akan melemah terbatas didorong oleh meningkatnya yield US Treasury pascarilis data lowongan pekerjaan AS dan jelang lelang SUN hari ini.
 
Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Dhian Karyantono memproyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini sebagai berikut [harga (yield)]:
 
FR0063 (15 Mei 2023):  89,35 (8,43%) -  89,85  (8,29%)
FR0064 (15 Mei 2028):  83,90 (8,61%) -  84,60  (8,49%)
FR0065 (15 Mei 2033):  82,30 (8,77%) -  83,00  (8,70%)
FR0075 (15 Mei 2038):  85,20 (9,13%) -  86,20  (9,01%)
 
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bergerak fluktuatif pada rentang Rp14.820-Rp14.895 dengan kecenderungan melemah terbatas.
 
Dia menerangkan pelemahan terbatas harga SUN hari ini turut dipengaruhi adanya lelang SUN dengan target pemerintah Rp10 triliun.
 
Likuiditas investor diperkirakan banyak beralih ke lelang SUN, dengan tingkat penawaran mencapai Rp40 triliun-Rp50 triliun. Nilai ini masih lebih rendah dibandingkan dengan lelang SUN terakhir dengan tingkat penawaran mencapai Rp59,28 triliun.
 
Berikut proyeksi yield rata-rata tertimbang yang akan dimenangkan masing-masing seri yang dilelang:
 
SPN03181213 (New Issuance, 13 December 2018):  5,85% - 6,07%
SPN12190913 (New Issuance, 13 September 2019): 7,00% - 7,10%
FR0063 (Reopening, 15 Mei 2023): 8,40% - 8,50%
FR0064 (Reopening, 15 Mei 2028): 8,57% - 8,66%
FR0065 (Reopening, 15 Mei 2033): 8,75% - 8,79%
FR0075 (Reopening, 15 Mei 2038): 9,01% - 9,13%
FR0076 (Reopening, 15 Mei 2048): 8,77% - 8,83%

Pada perdagangan sebelumnya, harga SUN tercatat turun dan yield meningkat.
 
Rata-rata penurunan harga SUN untuk kategori tenor pendek mencapai 24,67 bps sedangkan untuk kategori menengah dan panjang  mengalami rata-rata penurunan harga lebih besar, yaitu masing-masing 54,24 bps dan 157,45 bps. 
 
Dengan demikian, yield SUN secara umum mengalami kenaikan. Khusus untuk benchmark 10 tahun, imbal hasil meningkat ke level 8,51% dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan lalu. 
 
Secara umum, penurunan harga SUN di pasar sekunder didorong oleh kenaikan yield US Treasury, terutama kategori 10 tahun, dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS seiring dengan kenaikan indeks dolar AS pascarilis membaiknya data rata-rata upah tenaga kerja AS per jam serta penyerapan tenaga kerja AS non petani. 
 
Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan terakhir mengalami depreasiasi sebesar 0,25% ke level Rp14.857, sekaligus mengakhiri momen penguatan level dalam dua hari perdagangan terakhir. 
 
Sementara itu, momen jelang lelang SUN juga mendorong penurunan harga, nominal, dan frekuensi transaksi SUN di pasar sekunder.  
 
Di pasar global, yield US Treasury 10 tahun meningkat setelah data lowongan kerja AS mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan terutama terjadi di tenor 10 tahun yang meningkat ke level 2,98%.

Data lowongan pekerjaan AS (JOLTs) per Juli 2018 mencapai level 6,94 juta lowongan atau meningkat dibandingkan dengan Juni 2018 yang sebesar 6,82 juta lowongan.
 
Adapun indeks dolar AS sempat meningkat ke level 95,25 poin pada perdagangan intraday (sebelumnya 95,15 poin) sebelum akhirnya cenderung turun hingga ke level 95,14 poin. 
 
Berikut posisi harga seri-seri acuan SUN pada perdagangan terakhir [harga (yield)]:
 
FR0063: -5,40 bps to 89,61 (8,35%)
FR0064: -54,90 bps to 84,46 (8,51%)
FR0065: -9,30 bps to 83,56 (8,62%)
FR0075: 0 bps to 87,00 (8,91%)
 
Berikut yield obligasi global terakhir:
UST 2yr:    +0,033     point to 2,75%
UST 5yr:    +0,044     point to 2,87%
UST 10yr: +0,044     point to 2,98%
UST 30yr:  +0,038     point to 3,12%
German Bund 10yr: +0,029 point to 0,43%
UK Gilt 10yr: +0,030  point to 1,50%
 
Berikut perubahan Credit Default Swap (CDS) obligasi Indonesia pada perdagangan sebelumnya:
 
CDS 2yr:   +0,66%    to  69,26
CDS 5yr:   -1,47%     to 140,74
CDS 10yr: -0,32%     to 223,98

Tag : surat utang negara
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top