KONTRAK BARU: Acset Indonusa (ACST) Kantongi Rp805 Miliar

PT Acset Indonusa Tbk. optimistis mencapai target kontrak baru 2018 sejalan dengan tambahan kontrak baru hingga Agustus 2018 serta sejumlah proyek infrastruktur yang masih dibidik perseroan.
M. Nurhadi Pratomo | 12 September 2018 20:22 WIB
Presiden Direktur PT Acset Indonusa Tbk Jeffrey Gunadi (kedua kiri) didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan seusai rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa di Jakarta, Rabu (11/4/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Acset Indonusa Tbk. optimistis mencapai target kontrak baru 2018 sejalan dengan tambahan kontrak baru hingga Agustus 2018 serta sejumlah proyek infrastruktur yang masih dibidik perseroan.

Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa Maria Cesilia Hapsari menuturkan telah mendapat tambahan kontrak baru pada Agustus 2018. Proyek yang dikantongi yakni pekerjaan struktur untuk The Stature, Kebon Sirih, Jakarta.

Dalam proyek tersebut, dia menjelaskan bahwa perseroan melakukan joint operation dengan Woh Hup. Porsi kontrak yang didapatkan emiten berkode saham ACST itu senilai Rp500 miliar.

“Kami dapatkan kontraknya pada 31 Agustus 2018. Total nilai kontrak baru [per Agustus 2018] Rp805 miliar,” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (12/9).

Dengan tambahan kontrak baru tersebut, ACST baru merealisasikan 8,05% dari target kontrak baru 2018. Pasalnya, jumlah yang dibidik tahun ini mencapai Rp10 triliun.

Kendati demikian, Maria menyatakan optimistis masih mampu mencapai target yang dipasang. Hal itu sejalan dengan tender sejumlah proyek infrastruktur yang masih diikuti oleh perseroan.

Dia mengatakan masih mengincar proyek jalan tol Serpong—Balaraja. Kemudian, perseroan juga mengincar kontrak dari Jakarta—Cikampek Selatan.

Berdasarkan data yang dilansir melalui laman resmi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Rabu (12/9), tol Serpong—Balaraja memiliki panjang 30 kilometer. Investasi total untuk proyek tersebut mencapai Rp6,040 triliun.

Sementara itu, tol Jakarta—Cikampek II Sisi Selatan memiliki panjang Rp36,4 kilometer. Nilai investasi total diperkirakan mencapai Rp13,379 triliun.

Sebelumnya, Presiden Direktur Acset Indonusa Jeffrey G Chandrawijaya mengatakan masih membidik sejumlah proyek infrastruktur. Pihaknya menyebut pekerjaan jalan tol layang menjadi salah satu pilihan utama perseroan.

Selain dua proyek yang masih dalam proses tender, Jeffrey mengatakan perseroan masuk sebagai konsorsium untuk pembangunan jalan tol prakarsa ruas Cikunir—Ulujami sepanjang 36,50 kilometer. Biaya investasi proyek tersebut diperkirakan Rp22,50 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2018, Acset Indonusa mengantongi pendapatan Rp1,65 triliun pada semester I/2018. Pencapaian itu naik 62,21% dari periode yang sama tahun lalu Rp1,02 triliun. Beban pokok pendapatan juga merangkak naik 56,24% secara tahunan pada semester I/2018. Tercatat, terjadi kenaikan dari Rp852,23 miliar menjadi Rp1,33 triliun.

Dengan demikian, ACST mendapatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk Rp73,44 miliar pada semester I/2018. Jumlah tersebut tumbuh 14,48% dibandingkan dengan hasil yang dibukukan pada semester I/2017.

Sampai dengan periode tersebut, sektor infrastruktur memiliki kontribusi paling besar bagi pendapatan perseroan dengan 77%.  Posisi selanjutnya ditempat sektor konstruksi 14% disusul pondasi dan lainnya sebesar 4%.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
acset indonusa

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup