Bisnis.com, JAKARTA - PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) sudah mengantongi 30 perusahaan yang berminat menjadi tenant di kawasan industri Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE). Namun, calon penyewa itu masih wait and see menjelang Pilpres 2019.
Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo menyampaikan, JIIPE merupakan aset strategis perusahaan yang akan memberikan pendapatan berkelanjutan (recurring income). Namun, saat ini bisnis kawasan industri sedang mengalami kelesuan.
"Tampaknya pengusaha wait and see untuk ekspansi bikin pabrik baru. Mereka wait and see menjelang Pilpres 2019. Setelah itu, ada peluang penjualan lahan industri meningkat kembali," tuturnya, Rabu (29/8/2018).
Dia menyampaikan, sudah ada 30 perusahaan yang berminat mendirikan pabrik di JIIPE, walaupun belum ada yang meneken kontrak pembelian. Menurutnya, hal ini hanya masalah waktu dan momentum saja.
Pada saat ini, baru ada 8 tenant yang di JIIPE, dengan perincian 2 tenant sudah beroperasi, 3 tenant dalam tahap pendirian pabrik, dan 3 lainnya sedang mempersiapkan pembangunan.
Per Juni 2018, pendapatan AKRA dari kawasan industri hanya sebesar Rp7,73 miliar. Padahal, pada semester I/2017 penjualannya mencapai Rp401,39 miliar.
Baca Juga
JIIPE memiliki sejumlah fasilitas infrastruktur seperti pelabuhan, pergudangan, terminal batu bara, pembangkit listrik, penyediaan air bersih, pengelolaa air limbah, energi gas, dan fiber optik. Fasilitas tersebut dapat dikomersialisasi sebagai bisnis recurring.