Kiwoom Sekuritas: Pasar Obligasi Kemungkinan Kembali Menguat

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan hari ini, Rabu (29/8/2018) pasar obligasi dibuka menguat terbatas.
Emanuel B. Caesario | 29 Agustus 2018 08:30 WIB

Bisnis.com,  JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan hari ini, Rabu (29/8/2018) pasar obligasi dibuka menguat terbatas.

Maximilianus Nico Demus Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa keterbatasan ini datang dari masih belum adanya sentimen yang cukup kuat untuk mendorong pasar obligasi menguat lebih banyak.

"Tapi apapun bisa saja terjadi, apabila pergerakan harga obligasi menguat melebihi 40 – 55 bps point, mungkin akan bisa menjadi penuntun arah obligasi berikutnya," katanya dalam riset harian, Rabu (29/8/2018).

Nico mengatakan, lelang yang positif kemarin mungkin akan menjadi salah satu katalis positif bagi pasar obligasi hari ini.

"Kami merekomendasikan hold hingga berpotensi beli hari ini," katanya. 

Adapun, pada perdagangan kemarin total transaksi dan frekuensi meningkat dibandingkan hari sebelumnya di tengah boomingnya lelang yang terjadi kemarin.

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 7 – 10 tahun, diikuti dengan 15 – 20 tahun dan 10 – 15 tahun. Sisanya merata disemua tenor hingga 20 tahun.
 
Pasar obligasi kemarin mengalami kenaikan meskipun tidak banyak, hal ini terjadi akibat reaksi yang sangat positif para pelaku pasar dan investor pada saat mengikuti lelang dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp59 triliun.

Tentu hal ini mengindikasikan hal yang baik, karena ditengah defisit yang sedemikian lebar, para investor tetap percaya dengan utang yang dilakukan pemerintah.

Dari sisi pemerintah pun tampaknya mulai memperbanyak private placement, tentu hal ini justru menjadi sesuatu yang baik karena akan menekan dari sisi pembayaran kupon.

Sementara itu, di pasar global imbal hasil obligasi zona Amerika ditutup bervariasi, didominasi oleh kenaikan imbal hasil. Kenaikan imbal hasil terbesar ada di Mexico (7.82%, +8.5). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Peru (5.41%, +0).
 
Imbal hasil wilayah zona Eropa ditutup bervariasi, didominasi oleh kenaikan imbal hasil. Kenaikan imbal hasil terbesar ada di Spanyol (1.44%, +4.7). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Slovenia (0.91, –30.8).

Imbal hasil Asia Pasifik di tutup bervariasi, didominasi oleh kenaikan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Singapore (2.35%, +2.3). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Indonesia (7.83%, -2.8).

Imbal hasil Obligasi Indonesia 10 tahun ditutup menguat di 7.93% dibandingkan hari sebelumnya di 7.95%. Imbal hasil obligasi 20 tahun ditutup sama di 8.37%.

Minyak Texas di tutup naik di harga 68.54 dibandingkan hari sebelumnya 68.53. Rupiah di tutup melemah di 14.627 dibandingkan hari sebelumnya di 14.625.

Tag : Obligasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top