Astra International (ASII) Proyeksi Investasi 2018 Bertambah Rp17 Triliun

Emiten konglomerasi otomotif PT Astra International Tbk. memprediksi investasi perseroan pada tahun ini berpotensi bertambah hingga Rp17 triliun seiring dengan diselesaikannya akuisisi tanbang emas Martabe yang terletak di Tapanuli Selatan oleh entitas anak yaitu PT United Tractors Tbk.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 28 Agustus 2018  |  13:25 WIB
Astra International (ASII) Proyeksi Investasi 2018 Bertambah Rp17 Triliun
Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kiri) didamping Direktur Johannes Loman (kedua kanan), dan Direktur Paulus Bambang Widjanarko (kanan) berbincang dengan teknisi sebelum pelepasan armada posko siaga mudik dan peluncuran Astra Holiday Campaign 2018 di Jakarta, Jumat (8/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten konglomerasi otomotif PT Astra International Tbk. memprediksi investasi perseroan pada tahun ini berpotensi bertambah hingga Rp17 triliun seiring diselesaikannya akuisisi tanbang emas Martabe yang terletak di Tapanuli Selatan oleh entitas anak yaitu PT United Tractors Tbk.
Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto menyampaikan pada 2018 perseroan telah beberapa kali mengucurkan investasi seperti saat menyuntik GoJek pada awal tahun ini. Dia memprediksi akuisisi tambang Martabe akan segera rampung dalam waktu dekat.
"Saya tidak dapat memprediksi apakah nanti United Tractors selesai akuisisi pada akhir tahun atau awal tahun 2019. Kalau itu selesai, investasi kami bisa naik Rp15 triliun-Rp17 triliun pada tahun ini," ungkap Prijono di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/8).
Dalam paparannya, emiten dengan kode saham ASII tersebut menyampaikan sejauh ini belum memiliki rencana investasi signifikan, selain menunggu akuisisi tambang Martabe selesai. Adapun, manajemen United Tractors menargetkan proses akuisisi rampung paling cepat pada Desember 2018.
Bisnis.com mencatat sejak awal tahun ini Astra International telah beberapa kali mengucurkan investasi. Pada Februari 2018, Astra menyuntik perusahaan transportasi berbasis aplikasi yaitu PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau GoJek sebesar US$150 juta atau sekitar Rp2 triliun.
Pada April 2018, Astra Land Indonesia menambah kepemilikan lahan seluas 3 hektare sehingga total portofolio perseroan mencapai 70 hektare. Pada Mei 2018, ASII menyerap 25% saham Astra Sedaya Finance yang didivestasi oleh Permata Bank, senilai Rp2,8 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
astra international

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup