Dolar AS Melemah Menjelang Pidato Bos The Fed Jerome Powell

Dolar Amerika Serikat kembali melemah dan siap mencatatkan penurunan terbesar mingguan sejak Maret karena pasar telah mempersiapkan diri untuk pidato dari pimpinan Federal Reserve AS Jerome Powell yang akan memberikan kisi-kisi arah kebijakan moneter AS.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 24 Agustus 2018  |  20:38 WIB
Dolar AS Melemah Menjelang Pidato Bos The Fed Jerome Powell
Jerome Powell -

Bisnis.com, JAKARTA — Dolar Amerika Serikat kembali melemah dan siap mencatatkan penurunan terbesar mingguan sejak Maret karena pasar telah mempersiapkan diri untuk pidato dari pimpinan Federal Reserve AS Jerome Powell yang akan memberikan kisi-kisi arah kebijakan moneter AS.

Indeks dolar AS pada Jumat (24/8), yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sejumlah mata uang utama berada di posisi 95,51 poin, turun 0,2% dari penutupan sesi sebelumnya.

Mata uang Negeri Paman Sam terhantam pada pekan ini setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak suka dengan keputusan The Fed, yang kepalanya ditunjuk oleh dirinya sendiri, Jerome Powell memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga.

Sejumlah analis mengatakan meningkatnya ketidakpastian politik AS, ditambah dengan dua kasus kriminal dari dua mantan Penasihat Trump pekan ini, membuat dolar AS terus berada dalam tekanan, meskipun AS menyatakan akan semakin mengetatkan kebijakan moneternya, melebihi negara lain.

"Dalam sistem politik AS saat ini, masih didominasi oleh keraguan pengecekan dan keseimbangan sistem, sehingga sisa-sisa sentimen negatif kepada dolar AS masih ada," ungkap Ulrich, Leuchtmann, analis Commerzbank, dilansir dari Reuters, Jumat (24/8).

Powell dipastikan akan melakukan pidato pada Jumat malam waktu AS di Jackson Hole, Wyoming, dalam pertemuan dengan sejumlah bank sentral dari negara lain. Diperkirakan dirinya akan tetap pada pendiriannya untuk meningkatkan suku bunga AS, yang akan diteliti setelah minutes dari pertemuan pembahasan kebijakan The Fed terkini apakah mengindikasikan adanya pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

"The Fed dijadwalkan menaikkan suku bunga lebih tinggi lagi hingga akhir tahun ini, atau sampai tahun depan, walaupun oposisi Trump ingin mengetatkan kebijakan," papar Esther George, Presiden Federal Kansas.

Kemudian, Presiden Federal Dallas Robert Kaplan menuturkan bahwa komentar Trump tidak akan mempengaruhi keputusan bank sentral AS. "Risiko sentimen global tetap bergejolak sebelum Powell memberikan pendapatnya, apalagi pembicaraan dagang antara AS dan China ternyata gagal menghasilkan kemajuan," ujar sejumlah analis OCBC dalam laporan resmi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top